Harga Pangan 15 April 2026: Minyak Goreng, Gula, dan Beras Naik Lagi

Harga Pangan 15 April 2026: Minyak Goreng, Gula, dan Beras Naik Lagi
Minyak goreng tropical dan beras rojolele
Ikhtisar
  • Harga minyak goreng dan gula kompak naik di seluruh kategori, menjadi pendorong utama kenaikan pangan.
  • Harga beras naik pada segmen premium, sementara kualitas lain tertahan.
  • Sejumlah komoditas lain seperti cabai dan telur justru turun, sementara daging dan bawang bervariasi.

INFORMASI.COM, Jakarta - Kenaikan harga bahan pokok kembali terjadi pada 15 April 2026, dengan minyak goreng, gula, dan beras premium menjadi komoditas yang paling terdampak. Pergerakan ini terjadi di tengah fluktuasi harga komoditas lain yang cenderung bervariasi di pasar tradisional.

Isi Berita: Kenaikan paling konsisten terjadi pada komoditas minyak goreng. Minyak goreng curah tercatat naik Rp 100 menjadi Rp 20.100 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek I meningkat Rp 200 ke level Rp 23.400 per kilogram, dan kemasan bermerek II juga naik Rp 200 menjadi Rp 22.450 per kilogram.

Harga gula turut mengikuti tren serupa. Gula pasir kualitas premium naik Rp 50 menjadi Rp 20.200 per kilogram. Gula pasir lokal juga mengalami kenaikan Rp 50 ke harga Rp 19.100 per kilogram.

Pada komoditas beras, kenaikan terjadi pada segmen premium. Beras kualitas super I naik Rp 50 menjadi Rp 17.350 per kilogram, sedangkan beras kualitas super II meningkat Rp 50 ke Rp 16.850 per kilogram. Di sisi lain, beras kualitas bawah I dan II tetap di Rp 14.550 per kilogram, sementara beras medium I dan II masing-masing berada di Rp 16.050 dan Rp 15.900 per kilogram tanpa perubahan.

Di luar tiga komoditas utama tersebut, harga bahan pangan lain menunjukkan dinamika yang beragam. Harga bawang merah tercatat turun Rp 700 menjadi Rp 46.700 per kilogram. Bawang putih juga mengalami penurunan Rp 250 ke level Rp 40.000 per kilogram.

Harga cabai cenderung melemah. Cabai merah besar turun Rp 400 menjadi Rp 45.550 per kilogram, cabai merah keriting turun Rp 900 ke Rp 44.700 per kilogram, cabai rawit hijau turun Rp 1.750 menjadi Rp 51.750 per kilogram, dan cabai rawit merah anjlok Rp 7.750 ke level Rp 77.450 per kilogram.

Sementara itu, harga protein hewani bergerak campuran. Daging ayam ras segar turun Rp 900 menjadi Rp 40.800 per kilogram. Daging sapi kualitas I justru naik tipis Rp 50 ke Rp 147.800 per kilogram, sedangkan daging sapi kualitas II tetap di Rp 139.950 per kilogram.

Untuk komoditas telur, harga telur ayam ras segar turun Rp 250 menjadi Rp 32.450 per kilogram.

Secara keseluruhan, pergerakan harga menunjukkan tekanan kenaikan yang mulai terpusat pada minyak goreng, gula, dan beras premium. Sementara itu, komoditas hortikultura seperti cabai justru mengalami koreksi harga, sehingga menahan lonjakan lebih luas pada kelompok pangan lainnya.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.