- • Bapanas menemukan harga MinyaKita di sejumlah wilayah telah melonjak hingga Rp20.000–Rp22.000 per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700.
- • Selain mahal, stok MinyaKita dilaporkan langka sejak Ramadhan 1447 H di berbagai daerah.
- • Pemerintah berjanji akan memperketat pengawasan rantai distribusi dan mengarahkan seluruh pasokan MinyaKita ke pasar rakyat.
INFORMASI.COM, Jakarta – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencermati lonjakan harga MinyaKita yang tidak wajar di tingkat konsumen. Seharusnya minyak goreng bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah itu dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Ketersediaan Pasokan (SP2KP) Kementerian Perdagangan bahkan masih mencatatkan angka Rp15.900 per liter.
Namun, temuan di lapangan menunjukkan realita yang berbeda. Bapanas menerima laporan bahwa harga MinyaKita telah menembus Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter di sejumlah wilayah.
Berdasarkan pantauan wartawan Informasi.com, rata-rata harga komoditas itu di toko kelontong sekitar DKI Jakarta dan Bekasi berkisar Rp240.000 hingga Rp245.000 per dus. Satu dus berisi 12 kantong minyak goreng ukuran satu liter.
Kelangkaan stok turut memperparah situasi. Sejak bulan Ramadhan 1447 Hijriah, MinyaKita dilaporkan sulit ditemukan di pasaran, termasuk di wilayah Jakarta. Bukan hanya konsumen yang mengeluh, para pedagang pun merasakan kesulitan mendapatkan pasokan.
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah memutuskan untuk mengevaluasi sistem distribusi domestik minyak goreng. Porsi penyaluran ke dalam negeri yang wajib dipenuhi produsen juga akan dikaji ulang.
Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menegaskan bahwa kenaikan harga ini tidak dapat dijelaskan dari sisi ketersediaan bahan baku. Pasokan crude palm oil (CPO) dalam negeri tercatat mencapai 5,7 juta ton.
“Produksi cukup, bahan baku aman. Jadi kalau harga naik, itu bukan soal pasokan, melainkan distribusi yang tidak terkendali,” ujar Edhy.
Pemerintah bersama Satuan Tugas Pangan Kepolisian Republik Indonesia dan Kementerian Pertanian akan memperketat pengawasan di setiap mata rantai distribusi. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik spekulasi yang merugikan masyarakat. Pemerintah pun memastikan stok nasional MinyaKita tetap dalam kondisi aman.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (PPKUKM) Provinsi Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, mengungkapkan hasil rapat koordinasi terbatas. Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa MinyaKita tidak lagi digunakan dalam konteks bantuan pangan. Seluruh distribusi akan difokuskan secara menyeluruh ke pasar rakyat guna memperkuat pasokan di pasar tradisional.
“Dengan kebijakan tersebut, pasokan MinyaKita akan lebih diarahkan ke pasar rakyat sehingga akses masyarakat terhadap minyak goreng rakyat semakin baik,” kata dia melalui keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Menurut Ratu, peningkatan distribusi ke pasar rakyat akan berdampak positif bagi konsumen rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada minyak goreng sebagai kebutuhan harian. Pemprov Jakarta juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, distributor, Badan Usaha Milik Negara pangan, pengelola pasar, dan pelaku usaha untuk memastikan rantai pasok berjalan lancar.
Pemantauan harga secara berkala akan terus dilakukan, baik di pasar tradisional maupun ritel modern. Pemerintah daerah juga bertugas memastikan ketersediaan pasokan tetap aman guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Mengingat minyak goreng merupakan komoditas strategis yang sangat dibutuhkan rumah tangga maupun pelaku usaha mikro kecil, pergerakan harga dan distribusinya menjadi perhatian utama pemerintah.
“Kami mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir karena ketersediaan MinyaKita dalam kondisi sangat cukup,” kata Ratu.
Pihaknya juga akan memperkuat pengawasan di lapangan untuk mencegah praktik penimbunan, distribusi yang tidak merata, maupun spekulasi harga yang merugikan masyarakat. Perkembangan harga komoditas strategis terus dipantau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Kami berharap masyarakat berbelanja sesuai kebutuhan dan tetap tenang. Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus bekerja menjaga stabilitas harga serta memastikan pasokan minyak goreng tersedia di pasar,” ujar Ratu.