Prabowo Panggil Menaker Yassierli, Bahas Magang Nasional hingga Program Vokasi 2026

Prabowo Panggil Menaker Yassierli, Bahas Magang Nasional hingga Program Vokasi 2026
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kiri) dan Menteri Ketenagakerjaan Yasserli (kanan). Foto: ANTARA/HO-Kemendagri
Ikhtisar
  • Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Ketenagakerjaan Yassierli ke Istana Merdeka untuk membahas program strategis ketenagakerjaan.
  • Pemerintah mengevaluasi Magang Nasional batch pertama yang telah melibatkan lebih dari 14 ribu peserta dan memasuki tahap sertifikasi BNSP.
  • Program pelatihan vokasi nasional dengan target 10.500 peserta dari lulusan perguruan tinggi hingga SMA/SMK menjadi fokus prioritas 2026.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli ke Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/4/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan program strategis ketenagakerjaan, terutama penguatan kompetensi dan pelatihan vokasi bagi angkatan kerja nasional.

Dalam pertemuan itu, Yassierli menyampaikan laporan terkait pelaksanaan Magang Nasional yang telah memasuki tahap evaluasi setelah menyelesaikan batch pertama.

“Pertama kan Magang Nasional itu sudah selesai batch satu sebanyak 14 ribu sekian orang. Tadi saya laporkan, termasuk hasil evaluasi,” ujar Menaker.

Ia menjelaskan bahwa para peserta magang kini tengah bersiap melanjutkan ke tahap sertifikasi kompetensi. Sertifikasi tersebut dilakukan secara gratis melalui balai pelatihan milik Kementerian Ketenagakerjaan dan mengacu pada standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Jadi peserta magang batch satu sekarang sedang menyiapkan diri untuk melakukan sertifikasi untuk mendapatkan sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Itu saya sampaikan, alhamdulillah respons beliau baik,” katanya.

Pemerintah juga membahas kemungkinan penambahan kuota Magang Nasional ke depan. Menaker menyebut hasil evaluasi program akan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.

“Nanti akan tentu di-follow up dengan kementerian teknis yang lainnya, Kementerian Keuangan, Menko Perekonomian, dan seterusnya,” tambahnya.

Selain magang nasional, Yassierli juga melaporkan perkembangan pelatihan vokasi nasional batch pertama yang saat ini sedang berjalan. Program tersebut dirancang untuk menjangkau dua kelompok utama, yakni lulusan perguruan tinggi serta lulusan SMA dan SMK.

“Jadi kita punya program untuk lulusan perguruan tinggi dan kita juga punya program untuk lulusan SMA dan SMK. Jumlahnya 10.500 orang, tadi saya juga laporkan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja. Program ini didukung oleh jaringan balai pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan yang tersebar di berbagai daerah.

“Kita sudah punya sekian skema dan seterusnya, dan alhamdulillah beliau dukung. Dan ini akan menjadi salah satu program prioritas kita di tahun 2026 ini,” tandasnya.

Rangkaian program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, sekaligus mempercepat penciptaan tenaga kerja yang lebih kompetitif di pasar kerja nasional maupun global.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.