IHSG Turun ke Level Terendah Setahun, Dasco dan Rosan Datangi Bursa Efek Indonesia

IHSG Turun ke Level Terendah Setahun, Dasco dan Rosan Datangi Bursa Efek Indonesia
Ilustrasi IHSG
Ikhtisar
  • Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengunjungi Bursa Efek Indonesia bersama CEO Danantara Rosan Roeslani dan Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.
  • Kunjungan berlangsung saat IHSG bergerak fluktuatif dan sempat menyentuh penguatan sebelum kembali anjlok lebih dari 3 persen.
  • OJK menilai pelemahan pasar saham masih mencerminkan penyesuaian berbasis fundamental dan sejalan dengan indeks global.

INFORMASI.COM, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengunjungi Bursa Efek Indonesia bersama CEO Danantara Rosan Roeslani dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi pada Selasa (19/5/2026), di tengah tekanan yang masih membayangi pasar saham domestik.

Kunjungan itu berlangsung setelah Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka melemah 0,59 persen ke level 6.560. Meski sempat berbalik menguat 0,53 persen hingga menyentuh level 6.637 pada pukul 09.55 WIB, penguatan tersebut tidak bertahan lama.

Pergerakan pasar menjadi sorotan karena IHSG sebelumnya telah mencatat penurunan selama lima hari beruntun sejak 8 Mei 2026. Tekanan itu terjadi menjelang pengumuman indeks global, termasuk MSCI dan FTSE, yang kerap memengaruhi aliran dana investor asing di pasar modal Indonesia.

Sebelum memberikan pernyataan kepada media, Dasco mengaku telah berdiskusi dengan pihak BEI dan OJK mengenai langkah yang perlu ditempuh untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar.

“Kita yakin dan percaya bahwa bursa kita ke depan akan semakin besar,” kata Dasco.

Pernyataan tersebut muncul di tengah upaya regulator dan pemangku kepentingan pasar modal untuk meredam kekhawatiran investor global sekaligus menjaga sentimen investor domestik.

Di sisi lain, Friderica menilai pelemahan pasar saham dalam beberapa hari terakhir masih berada dalam batas moderat, terutama setelah libur panjang pekan lalu.

“Dinamika ini menunjukkan penyesuaian yang lebih berbasis fundamental,” ujar Friderica.

Menurut dia, tekanan yang terjadi di pasar saham merupakan konsekuensi dari reformasi pasar modal yang sedang dijalankan regulator. Ia juga menyebut pergerakan IHSG kini semakin selaras dengan indeks acuan global maupun indeks utama di dalam negeri.

“Jadi kita melihat pergerakan indeks kita sudah lebih secara fundamental dan juga sekarang IHSG relatif sejalan dengan indeks MSCI, maupun sub-indeks utama seperti LQ45 dan juga IDX30 dan juga IDX80,” lanjut Friderica.

Selain itu, Friderica menyatakan tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia masih meningkat. Hal tersebut tercermin dari bertambahnya sekitar 7 juta investor baru di pasar modal.

Namun, kedatangan sejumlah pejabat negara dan otoritas pasar ke gedung BEI belum mampu membalikkan arah perdagangan. Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG justru melemah lebih dalam sebesar 3,08 persen ke level 6.396,27.

Penurunan itu sekaligus membawa IHSG mencatat rekor intraday terendah baru dalam satu tahun terakhir, menandakan tekanan jual di pasar saham domestik masih berlangsung kuat pada perdagangan awal pekan ini.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.