IHSG Jatuh ke Level di Bawah 6.000, Bakal Mirip Zaman Pandemi Covid 19?

IHSG Jatuh ke Level di Bawah 6.000, Bakal Mirip Zaman Pandemi Covid 19?
Ilustrasi IHSG
Ikhtisar
  • IHSG anjlok 4,11 persen ke level di bawah 6.000 dalam penutupan sesi I perdagangan Rabu.
  • Pelemahan membawa indeks kembali mendekati area yang pernah tercapai saat gejolak pasar akibat pandemi Covid-19 pada 2020.
  • Sementara mayoritas bursa saham Asia bergerak menguat. Sebelumnya, IHSG pun diproyeksikan menguat.

INFORMASI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan besar pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Indeks justru ditutup anjlok 254 poin atau 4,11 persen ke posisi 5.941.

Pelemahan tersebut membuat IHSG kembali berada di bawah level psikologis 6.000. Posisi itu sekaligus mendekatkan pergerakan indeks ke rentang level yang pernah terjadi ketika pandemi Covid-19 mengguncang pasar keuangan global pada 2020.

Kondisi tersebut mengingatkan pelaku pasar pada fase awal pandemi. Pada akhir Desember 2019, IHSG masih bergerak di kisaran 6.300. Namun, tekanan yang muncul akibat penyebaran Covid-19 mendorong indeks merosot tajam hingga mencapai level 3.937,63 pada 24 Maret 2020.

Tekanan juga terlihat pada saham-saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45. Menjelang berakhirnya sesi I, indeks LQ45 turun 27 poin atau 4,49 persen ke posisi 591,459.

Di tengah pelemahan indeks, aktivitas perdagangan berlangsung cukup tinggi. Nilai transaksi saham hingga siang hari mencapai Rp25,42 triliun.

Sementara itu, volume perdagangan tercatat sebanyak 26,58 miliar lembar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2.513.284 kali.

Koreksi tajam tersebut terjadi berlawanan dengan proyeksi sejumlah pelaku pasar sebelumnya. Reliance Sekuritas sempat memperkirakan IHSG berpeluang bergerak menguat dengan area support di level 6.144 dan resistance pada level 6.264.

Sentimen eksternal juga tidak sepenuhnya mencerminkan tekanan yang terjadi di pasar domestik. Mayoritas bursa saham Asia justru bergerak di zona positif pada perdagangan hari ini.

Indeks Nikkei 225 di Jepang tercatat melonjak 1,41 persen, sedangkan indeks Kospi di Korea Selatan menguat 0,15 persen.

Meski pasar saham Asia menunjukkan tren penguatan, tekanan jual di Bursa Efek Indonesia masih mendominasi sehingga mendorong IHSG kembali mendekati level yang pernah tercatat pada masa krisis pasar akibat pandemi Covid-19.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.