- • Pemerintah menyiapkan skema insentif baru untuk 1 juta kendaraan listrik yang terdiri dari 500 ribu mobil listrik dan 500 ribu motor listrik.
- • Insentif tersebut akan diarahkan untuk kendaraan dengan nilai tambah tinggi, termasuk produk dengan tingkat kandungan lokal besar dan program kendaraan nasional.
- • Pemerintah masih menghitung skema teknis, termasuk kemungkinan perbedaan insentif berdasarkan jenis baterai kendaraan listrik.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah menyiapkan program insentif baru untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Dalam skema terbaru, pemerintah memperluas sasaran bantuan hingga 1 juta unit kendaraan listrik yang terdiri dari 500 ribu mobil listrik dan 500 ribu motor listrik.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan industri kendaraan listrik nasional, terutama produk yang memiliki nilai tambah tinggi, kandungan lokal besar, serta mendukung pengembangan mobil dan motor nasional.
Jumlah kendaraan yang masuk dalam rencana insentif ini meningkat lima kali lipat dibandingkan rancangan awal yang pernah disampaikan pemerintah pada Mei 2026. Saat itu, pemerintah baru menyiapkan bantuan untuk 200 ribu kendaraan listrik, dengan rincian 100 ribu motor listrik dan 100 ribu mobil listrik.
Insentif Akan Diprioritaskan untuk Produk Bernilai Tambah Tinggi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah masih menyusun konsep pemberian insentif kendaraan listrik. Namun, ia memastikan program tersebut tidak diberikan secara merata tanpa mempertimbangkan kontribusi industri terhadap perekonomian nasional.
Menurut Agus, pemerintah akan mengarahkan insentif kepada kendaraan listrik yang memiliki nilai tambah tinggi.
"Insentif disiapkan untuk kendaraan listrik dengan nilai tambah tinggi," ujar Agus.
Meski demikian, pemerintah belum menjelaskan secara rinci indikator yang digunakan untuk menentukan kendaraan yang berhak menerima insentif.
Salah satu aspek yang masih dibahas adalah tingkat komponen dalam negeri (TKDN), seperti yang pernah menjadi pertimbangan dalam kebijakan insentif kendaraan listrik sebelumnya.
Agus mengatakan Kementerian Perindustrian masih menunggu konsep final yang disusun oleh Kementerian Keuangan.
Presiden Prabowo Disebut Akan Umumkan Insentif Kendaraan Listrik
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan stimulus kendaraan listrik dan pengumumannya akan dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya menyebut pemerintah menyiapkan insentif untuk 500 ribu unit mobil dan motor listrik.
"Saya pikir dua atau tiga pekan dari sekarang, Presiden akan meluncurkan stimulus untuk kendaraan listrik, termasuk 500.000 motor dan mobil listrik juga," kata Purbaya saat menjadi pembicara dalam Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) di ICE BSD, Tangerang.
Ia menjelaskan salah satu bentuk insentif yang sedang dikaji adalah Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan pemberian insentif berbeda berdasarkan teknologi baterai yang digunakan kendaraan listrik.
"Yang baterai nickel base sama lithium base agak beda sedikit," ujar Purbaya.
Skema Insentif Masih Dihitung Pemerintah
Pemerintah belum menerbitkan aturan resmi mengenai mekanisme pemberian insentif kendaraan listrik tersebut. Kementerian Keuangan masih melakukan penghitungan mengenai bentuk dan besaran stimulus.
Purbaya mengatakan rincian teknis program masih dalam tahap penyelesaian oleh kementerian terkait.
Perbedaan perlakuan antara baterai berbasis nikel dan lithium menjadi salah satu poin yang masih dikaji. Pemerintah melihat teknologi baterai sebagai faktor penting dalam menentukan besaran dukungan yang diberikan.
Dorong Industri Kendaraan Listrik Dalam Negeri
Melalui program insentif baru ini, pemerintah ingin memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional, mulai dari produksi kendaraan, penggunaan komponen lokal, hingga pengembangan industri baterai.
Pemerintah sebelumnya telah memberikan berbagai insentif kendaraan listrik untuk meningkatkan minat masyarakat sekaligus menarik investasi industri otomotif.
Dengan rencana baru yang mencakup hingga 1 juta kendaraan listrik, pemerintah berharap pertumbuhan pasar kendaraan listrik tidak hanya meningkatkan jumlah pengguna kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat rantai produksi dalam negeri.
Namun, masyarakat dan pelaku industri masih harus menunggu aturan resmi terkait syarat penerima, jenis kendaraan yang masuk program, serta besaran insentif yang akan diberikan.