Kejar Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2027, Purbaya Berharap Bisa Turunkan Kemiskinan

Kejar Ekonomi Tumbuh 6 Persen pada 2027, Purbaya Berharap Bisa Turunkan Kemiskinan
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat usai kegiatan “Prasasti Luncheon Talk” di Jakarta, Rabu (8/10/2025). Foto: ANTARA/Imamatul Silfia
Ikhtisar
  • Pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen pada 2027 dan menjadikan akselerasi investasi hingga 7 persen sebagai salah satu kunci pencapaiannya.
  • RAPBN 2027 dirancang dengan pendapatan negara Rp3.426 triliun, belanja Rp4.097,2 triliun, dan defisit 2,40 persen terhadap PDB.
  • Pemerintah tetap membidik penurunan kemiskinan dan pengangguran sambil menjaga stabilitas inflasi, rupiah, serta kesinambungan fiskal.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan target tersebut membutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen agar mesin pertumbuhan ekonomi bergerak lebih cepat.

Purbaya menyampaikan target itu dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI mengenai Pengantar Asumsi Dasar RUU APBN Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

“Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, mencapai 6 persen di tahun 2027, dibutuhkan akselerasi pertumbuhan investasi hingga 7 persen,” ujar Purbaya.

Pemerintah akan mengandalkan kerja sama pemerintah, sektor swasta, dan Danantara untuk mengejar kebutuhan investasi tersebut. Pemerintah akan menggunakan investasi negara sebagai katalis, sedangkan sektor swasta diharapkan menjadi penggerak utama. Danantara akan mengambil peran melalui investasi pada sektor strategis dan hilirisasi.

Target pertumbuhan 6 persen itu disusun ketika pemerintah menilai ekonomi Indonesia masih memiliki ketahanan di tengah ketidakpastian global. Pada semester I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen dengan inflasi yang tetap terkendali.

Dari sisi fiskal, pendapatan negara hingga akhir Juli 2026 tumbuh 21,3 persen. Pada periode yang sama, defisit APBN tercatat 0,91 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Ketahanan ekonomi dan solidnya kinerja fiskal yang terus terjaga sepanjang 2026 menjadi landasan yang kuat bagi perumusan kebijakan ekonomi dan fiskal tahun 2027,” kata Purbaya.

Stabilitas Ekonomi Jadi Syarat Kejar Pertumbuhan

Pemerintah tidak hanya mengandalkan investasi untuk mengejar pertumbuhan 6 persen. Purbaya mengatakan pemerintah akan menjaga stabilitas ekonomi makro melalui pengendalian inflasi, dukungan terhadap tingkat suku bunga yang kompetitif, dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan kepastian bagi dunia usaha. Pemerintah berharap kondisi makroekonomi yang stabil dapat meningkatkan kepercayaan pelaku usaha sehingga investasi tumbuh secara berkelanjutan.

“Stabilitas ini menjadi pondasi penting untuk menciptakan kepastian, meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi, dan mendorong investasi secara berkelanjutan,” ujar Purbaya.

Pemerintah juga menyiapkan penguatan sektor strategis untuk menopang pertumbuhan. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah minyak dan gas bumi.

Pemerintah akan mendorong peningkatan lifting, mempercepat pengembangan cadangan migas, dan memperluas pemanfaatan teknologi. Pada sisi investasi hulu, pemerintah akan memperbaiki iklim usaha melalui kepastian berusaha, insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi.

RAPBN 2027 Defisit 2,40 Persen

Di tengah target pertumbuhan yang lebih tinggi, pemerintah tetap menempatkan kesehatan APBN sebagai bagian dari desain kebijakan 2027.

Purbaya mengatakan pemerintah akan melanjutkan reformasi fiskal melalui optimalisasi pendapatan, peningkatan kualitas belanja, serta pengelolaan pembiayaan defisit secara hati-hati dan berkelanjutan.

“Berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, memperkuat investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi tersebut harus didukung oleh APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” ujar Purbaya.

Dalam rancangan RAPBN 2027, pendapatan negara ditargetkan mencapai Rp3.426 triliun. Sementara itu, belanja negara direncanakan sebesar Rp4.097,2 triliun.

Dengan postur tersebut, pemerintah menetapkan defisit anggaran sebesar 2,40 persen terhadap PDB.

“Postur RAPBN ini mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan untuk mendukung akselerasi pembangunan dan komitmen menjaga kesinambungan fiskal,” terang Purbaya.

Asumsi dasar ekonomi makro RAPBN 2027 juga telah disusun pemerintah. Pertumbuhan ekonomi dipatok 6 persen dengan inflasi 2,5 persen.

Pemerintah menetapkan suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen. Nilai tukar rupiah diasumsikan berada di level Rp17.500 per dolar AS.

Untuk sektor energi, pemerintah menetapkan Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 75 dolar AS per barel. Target lifting minyak bumi mencapai 612,5 ribu barel per hari, sedangkan lifting gas ditetapkan 954 ribu barel setara minyak per hari.

Pertumbuhan 6 Persen Diharapkan Turunkan Kemiskinan

Target pertumbuhan ekonomi 2027 juga dikaitkan pemerintah dengan sasaran kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan turun menjadi 6-6,5 persen.

Pada saat yang sama, tingkat pengangguran terbuka ditargetkan berada pada kisaran 4,3-4,87 persen. Rasio gini ditargetkan turun atau terjaga pada rentang 0,362-0,367.

Purbaya mengatakan pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harus berjalan bersama agar kebijakan fiskal memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang solid yang didukung oleh kebijakan fiskal yang efektif menjadi faktor pendorong tercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Purbaya.

Dengan rancangan tersebut, pemerintah menempatkan investasi sebagai salah satu pengungkit utama untuk membawa pertumbuhan ekonomi dari 5,45 persen pada semester I 2026 menuju target 6 persen pada 2027. Di sisi lain, pemerintah tetap membatasi defisit RAPBN pada 2,40 persen terhadap PDB untuk menjaga kesinambungan fiskal.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.