PHE Binaiya Bidik Produksi 100 Ribu Barel Minyak per Hari dari Lepas Pantai Seram Maluku

PHE Binaiya Bidik Produksi 100 Ribu Barel Minyak per Hari dari Lepas Pantai Seram Maluku
Ilustrasi pengeboran migas lepas pantai
Ikhtisar
  • PHE Binaya mulai menyiapkan eksplorasi migas di Blok Binaiya, lepas pantai Seram, Maluku, untuk mengukur potensi cadangan minyak dan gas bumi.
  • Survei batimetri dan pengambilan sampel sedimen menjadi tahap awal sebelum survei seismik yang direncanakan berlangsung pada 2027.
  • Jika eksplorasi menemukan cadangan yang ekonomis, PHE Binaya menargetkan pengeboran pada 2029 dan produksi sekitar 95.000–100.000 barel minyak per hari mulai 2036.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pertamina Hulu Energi (PHE) Binaiya mulai menyiapkan rangkaian eksplorasi minyak dan gas bumi di Blok Binaya, lepas pantai Seram, Maluku. Proyek tersebut diarahkan untuk mengurangi ketidakpastian mengenai kondisi bawah permukaan sekaligus memastikan seberapa besar potensi migas di kawasan tersebut.

Tahap awal eksplorasi dilakukan melalui survei batimetri dan pengambilan sampel sedimen. Kegiatan itu menjadi langkah awal sebelum PHE Binaiya mengumpulkan data yang lebih lengkap mengenai kemungkinan keberadaan hidrokarbon di wilayah kerja tersebut.

Project Manager Wilayah Kerja Binaiya, Neni Herawati, mengatakan survei awal saat ini masih terbatas pada dua kegiatan tersebut.

"Untuk yang sekarang ini hanya survei batimetri, kemudian mengambil sampel sedimen saja dulu, untuk melihat ada indikasi minyak atau tidak," kata Neni dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Data awal itu selanjutnya akan menjadi bagian dari proses eksplorasi yang lebih besar. PHE Binaiya merencanakan survei seismik pada tahun depan untuk mendapatkan gambaran struktur bawah permukaan secara lebih menyeluruh.

Neni mengatakan hasil survei seismik akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan apakah kegiatan eksplorasi dapat dilanjutkan ke tahap pengeboran.

"Kalau data seismiknya ada potensi, kita akan bor di tahun 2029. Kalau berhasil, nanti kita akan kembangkan," ujarnya.

Dengan demikian, pengeboran belum menjadi tahap yang dilakukan dalam waktu dekat. PHE Binaiya terlebih dahulu harus memastikan hasil survei memberikan indikasi potensi migas yang cukup untuk ditindaklanjuti.

Jika rangkaian eksplorasi tersebut berhasil mengonfirmasi potensi migas, PHE Binaiya menargetkan pengembangan lapangan hingga memasuki tahap produksi pada 2036.

Target produksinya tidak kecil. PHE Binaiya memproyeksikan kawasan lepas pantai Seram berpotensi memberikan tambahan produksi minyak sekitar 95.000 hingga 100.000 barel per hari.

"Insya Allah ditargetkan di tahun 2036, di area Seram, di lepas pantai Seram ini bisa membuat produksi minyak. Kita bisa menambah produksi yang signifikan sekitar 95.000 sampai 100.000 barel oil per day," kata Neni.

Namun, target tersebut masih bergantung pada hasil seluruh rangkaian eksplorasi. PHE Binaiya perlu menggabungkan data survei baru dengan data yang telah tersedia sebelum menentukan besaran potensi migas dan langkah pengembangannya.

Neni mengungkapkan, Pertamina sebelumnya telah melakukan kegiatan seismik di kawasan Southeast Seram. Data tersebut nantinya akan dikombinasikan dengan hasil studi dan survei lanjutan yang dilakukan PHE Binaiya.

"Tahun depan kita akan ada survei seismik lagi juga. Kita akan kombinasi seluruh data itu, baru kita akan coba lihat potensinya," ucapnya.

Di luar kegiatan teknis eksplorasi, PHE Binaiya juga mulai membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Perusahaan telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk meminta dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan di wilayah tersebut.

"Kami melakukan kunjungan penghormatan ke Pak Bupati untuk meminta dukungan juga supaya nanti acaranya, seluruh kegiatan kami, proyek-proyek kami dapat berjalan lancar," ujar Neni.

Keterlibatan masyarakat lokal juga menjadi perhatian dalam rencana pengembangan kegiatan migas di Seram. PHE Binaiya ingin menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia lokal sejak tahapan awal sehingga masyarakat dapat mengambil bagian ketika aktivitas industri semakin besar.

Menurut Neni, kebutuhan tenaga kerja tidak semestinya hanya diisi masyarakat lokal pada pekerjaan lapangan dengan tingkat keterampilan dasar. PHE Binaiya juga ingin mendorong terbentuknya tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi teknis dan pendidikan tinggi sesuai kebutuhan industri migas.

"Harapannya, kami tidak ingin masyarakat Seram itu bekerja hanya di level bawah. Nantinya mungkin harus ada yang engineer," katanya.

Dengan rencana tersebut, tahapan Blok Binaiya kini memasuki fase pengumpulan data. Survei awal menjadi pijakan menuju survei seismik pada 2027, kemudian berlanjut ke rencana pengeboran pada 2029 apabila hasil eksplorasi menunjukkan potensi yang menjanjikan.

Jika seluruh tahapan berhasil dan cadangan dapat dikonfirmasi untuk dikembangkan, PHE Binaiya menargetkan produksi mulai 2036 dengan potensi tambahan produksi minyak sekitar 95.000-100.000 barel per hari.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.