- • IHSG sempat terperosok 2,56% ke level 6.373,96 pada perdagangan Senin (14/9/2026).
- • Kurang dari satu jam sebelum penutupan, indeks berbalik tajam setelah Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
- • IHSG akhirnya ditutup turun tipis 0,10% ke level 6.534,69 setelah sempat kehilangan sekitar 170 poin dalam perdagangan intraday.
INFORMASI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pembalikan tajam pada perdagangan Senin (14/9/2026). Setelah sempat jatuh lebih dari 2,5%, IHSG memangkas sebagian besar penurunannya menjelang penutupan, pada hari ketika Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Tekanan jual semakin dalam memasuki sesi kedua. Sekitar pukul 15.02 WIB, IHSG menyentuh level 6.373,96 atau turun 2,56% dari posisi perdagangan sebelumnya.
Namun, arah pergerakan indeks berubah cepat setelah titik terendah tersebut. Menjelang penutupan, IHSG bergerak naik hingga mencapai 6.540,50 pada sekitar pukul 15.48 WIB.
Dengan demikian, indeks sempat memperbaiki penurunan sekitar 167 poin dari titik terendah intraday sebelum perdagangan berakhir.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan IHSG akhirnya ditutup di level 6.534,69. Posisi tersebut mencerminkan pelemahan 0,10%.
Perubahan arah IHSG terjadi bersamaan dengan pergantian Menteri Keuangan di Istana Negara. Prabowo melantik Suahasil pada Senin sore setelah Purbaya meninggalkan posisi yang telah dijabatnya sekitar satu tahun.
Suahasil bukan orang baru di lingkungan Kementerian Keuangan. Sebelum ditunjuk sebagai Menkeu, ia menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak era Presiden Joko Widodo dan tetap dipercaya menduduki jabatan tersebut pada pemerintahan Prabowo.
Pergerakan saham pada penutupan juga menunjukkan kondisi yang beragam. Dari seluruh konstituen yang diperdagangkan, sebanyak 229 saham menguat, sedangkan 455 saham melemah dan 279 saham lainnya tidak berubah.
Di kelompok saham LQ45, Amman Mineral Internasional (AMMN) mencatat kenaikan terbesar sebesar 4,94% menjadi Rp5.100. BBRI menyusul dengan penguatan 3,98% ke Rp3.400, sementara Telkom Indonesia (TLKM) naik 3,46% menjadi Rp2.690.
Bank Tabungan Negara (BBTN) menguat 3,40% ke Rp1.215. Bank Negara Indonesia (BBNI) naik 3,20% ke Rp3.870, sedangkan Bank Central Asia (BBCA) bertambah 2,77% menjadi Rp6.500.
Di sisi lain, sejumlah saham mengalami tekanan hingga penutupan. Merdeka Copper Gold (MDKA) turun 5,57% menjadi Rp2.880, disusul XLSMART Telecom Sejahtera (EXCL) yang terkoreksi 3,04% ke Rp2.550.
Vale Indonesia (INCO) melemah 2,90% menjadi Rp4.690. Merdeka Battery Materials (MBMA) turun 2,88% ke Rp505, Darma Henwa (DEWA) terkoreksi 2,87% ke Rp406, dan Barito Pacific (BRPT) turun 2,65% menjadi Rp1.655.
Polemik Danantara di Balik Pergantian Menkeu
Pergantian Purbaya terjadi ketika Kementerian Keuangan menghadapi sorotan terkait koordinasi dengan Badan Pengelola Investasi Danantara.
Salah satu persoalan yang mencuat adalah kewajiban Danantara menyetor Rp120 triliun ke kas negara sebagai bagian dari pemenuhan cadangan fiskal pemerintah.
Beberapa hari sebelum isu reshuffle berkembang, Purbaya mengungkap adanya keberatan dari pihak Danantara terhadap rencana pemotongan sebagian keuntungan lembaga investasi tersebut. Dana itu berkaitan dengan kebutuhan pemerintah untuk mengantisipasi penurunan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Purbaya mengatakan pihak Danantara sempat memprotes kewajiban setoran tersebut dan mengaku tidak mengetahui adanya kewajiban Rp120 triliun.
Purbaya kemudian menegaskan bahwa nilai tersebut merupakan janji langsung pimpinan Danantara kepada Presiden Prabowo. Janji itu selanjutnya diterjemahkan menjadi perintah eksekutif.
Polemik tersebut berlangsung menjelang pergantian Menteri Keuangan. Setelah Suahasil resmi dilantik, pergerakan IHSG berbalik dari posisi terendah hariannya dan menutup perdagangan hanya turun tipis 0,10%.