Prabowo Targetkan BBM E20 dalam 2 Tahun, 2 Juta Hektare Lahan Tebu Disiapkan

Prabowo Targetkan BBM E20 dalam 2 Tahun, 2 Juta Hektare Lahan Tebu Disiapkan
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan secara langsung panen raya tebu di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Foto: KSP
Ikhtisar
  • Pemerintah menargetkan produksi bahan bakar campuran etanol 20 persen atau E20 dalam dua tahun.
  • Pemerintah menyiapkan sekitar 2 juta hektare lahan untuk pengembangan tebu sebagai bahan baku etanol.
  • Danantara akan membangun industri pengolahan etanol, sementara pemerintah menargetkan seluruh kebutuhan E20 berasal dari produksi dalam negeri.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah menargetkan Indonesia sudah mampu memproduksi bahan bakar campuran etanol 20 persen atau E20 dalam dua tahun. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah menyiapkan lahan sekitar 2 juta hektare dan pembangunan industri pengolahan etanol.

Target itu dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Presiden meminta jajaran terkait segera menyusun langkah konkret, termasuk menyiapkan lahan dan industri pendukung.

“Ratas dipimpin Bapak Presiden langsung, kita membahas agar dua tahun mendatang kita sudah bisa produksi paling kurang E20. Oleh karena itu, tadi Mentan diminta menyiapkan rencana termasuk lahan dan seterusnya,” ujar Zulkifli setelah rapat.

Thumbnail Prabowo Berharap Papua Ditanami Sawit, Tebu, hingga Singkong untuk Etanol
i

Baca Juga

Prabowo Berharap Papua Ditanami Sawit, Tebu, hingga Singkong untuk Etanol

Video

Dalam pembahasan tersebut, tebu menjadi pilihan utama pemerintah sebagai sumber bahan baku etanol. Pemerintah memetakan lahan pengembangan di sejumlah wilayah, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan hingga Papua.

Zulkifli mengatakan kebutuhan lahan untuk program tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2 juta hektare. Sementara itu, pembangunan fasilitas pengolahan etanol akan dilakukan oleh Danantara.

“Mengonversi etanol itu yang paling memungkinkan ternyata dari tebu. Menyiapkan lahannya lebih kurang 2 juta hektare, ada yang dari luar Jawa, ada yang dari Jawa, ada dari Sumatra akan disiapkan,” kata Zulkifli.

Ia menambahkan pemerintah harus bergerak cepat karena target produksi E20 ditetapkan dalam rentang waktu dua tahun. Pemerintah akan melihat perkembangan persiapan lahan dan industri untuk memastikan target tersebut dapat dicapai.

“Kemudian Danantara yang akan membangun industrinya, dalam dua tahun kita harus bekerja keras melihat perkembangan dulu yang sekarang. Kita harus mampu untuk menghasilkan E20,” ujar Zulkifli.

Thumbnail Bahlil Targetkan Bensin Campur Etanol E10 Dipakai pada 2027
i

Baca Juga

Bahlil Targetkan Bensin Campur Etanol E10 Dipakai pada 2027

Video

Menurut Zulkifli, hasil kajian pemerintah menunjukkan target tersebut memungkinkan dicapai. Setelah produksi bahan baku dan industri pengolahan tersedia, bahan bakar yang digunakan di dalam negeri dapat dicampur dengan etanol hingga komposisi E20.

“Setelah kita kaji dan seterusnya dimungkinkan dalam dua tahun mendatang crude oil kita sudah bisa dicampur dengan E20 itu, dalam dua tahun,” katanya.

Zulkifli menyebut ketersediaan lahan menjadi salah satu titik yang perlu segera diselesaikan. Pemerintah karena itu memasukkan beberapa wilayah di luar Jawa sebagai bagian dari pemetaan lahan tebu.

“Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan. Tapi setelah dibahas tadi ada dari Kalimantan, ada dari Sumatra, ada dari Jawa, dan ada dari Papua,” ujar Zulkifli.

Pemerintah juga menargetkan kebutuhan etanol untuk E20 dipenuhi dari produksi dalam negeri. Program tersebut nantinya tidak berhenti pada campuran 20 persen karena pemerintah menyiapkan peningkatan kadar etanol secara bertahap.

“E20 dalam negeri semuanya. Bertahap kita akan menuju E50, seperti B50. Tapi yang pertama ini E20, jangka panjang akan menuju E50,” tutur Zulkifli.

Thumbnail Toyota Berminta Bangun Pabrik Etanol di Indonesia
i

Baca Juga

Toyota Berminta Bangun Pabrik Etanol di Indonesia

Ekonomi

Pemilihan tebu sebagai bahan baku dilakukan setelah pemerintah menghitung potensi sejumlah komoditas lain. Jagung dan singkong, menurut Zulkifli, menghadapi kendala untuk dikembangkan sebagai sumber etanol dalam skala yang dibutuhkan.

“Kalau jagung nggak mungkin, nggak masuk hitungannya. Ya kemudian singkong, singkong juga dihitung-hitung itu tidak mudah. Tidak mudah panennya dan seterusnya karena tidak bisa mekanisasi. Ketemu tebu,” pungkasnya.

Dengan target tersebut, pemerintah kini harus mengejar dua pekerjaan secara bersamaan: menyiapkan lahan tebu dalam skala besar dan membangun industri pengolahan etanol agar produksi E20 dapat dimulai dalam dua tahun.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.