Luhut Ungkap Pemerintah Berencana Ubah Bansos Barang Jadi BLT Uang

Luhut Ungkap Pemerintah Berencana Ubah Bansos Barang Jadi BLT Uang
Foto: Antara/Sulthony Hasanuddin
Ikhtisar
  • • Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkappemerintah berencana mengubah skema subsidi dari barang menjadi bantuan langsung tunai.
  • • Rencana itu telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan menunggu tuntasnya pemadanan data lintas Kementerian/Lembaga yang dibantu teknologi AI.
  • • Pemerintah menargetkan pemadanan data rampung akhir 2026, dengan penyaluran bansos versi baru dicoba pada kuartal pertama 2027.

INFORMASI.COM, Jakarta – Pemerintah menyiapkan perubahan besar dalam skema penyaluran subsidi. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan subsidi yang selama ini diberikan dalam bentuk barang akan dialihkan menjadi bantuan langsung tunai (cash transfer) kepada masyarakat penerima.

"Mungkin dalam 1-2 tahun ke depan, subsidi itu tidak lagi barang. Langsung pada manusia, jadi cash (tunai)," kata Luhut dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Menurut Luhut, langkah tersebut baru akan dijalankan setelah pemerintah merampungkan pemadanan data lintas Kementerian/Lembaga untuk menetapkan daftar penerima bansos baru. Ia menegaskan rencana ini sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, meski tidak menyampaikan bagaimana tanggapan "RI 1" terkait rencana tersebut.

Guna mendukung peralihan skema subsidi berbasis dana tunai itu, pemerintah tengah melakukan pemadanan data penduduk lintas kementerian dan lembaga yang dibantu teknologi kecerdasan buatan (AI).

"Kalau semua data ini bisa jalan dengan baik, sampai akhir tahun ini nanti daftarnya akan datang semua. Di Pak Mendagri sudah ada 289 juta (penduduk yang tercatat). Jadi cukup banyak. Ya, jadi 98% dari jumlah penduduk itu sudah ada di Dukcapil," ucapnya.

Luhut menambahkan, proses pemutakhiran data itu juga mencakup perbaikan desil penerima manfaat.

"Kita mutakhirkan semua (data) dengan AI, desil-desilnya juga kita perbaiki semua. Semua kementerian/lembaga itu sekarang sudah bisa berkomunikasi satu sama lain dengan AI," jelas Luhut lagi.

Pemerintah menargetkan seluruh proses pemadanan data penerima manfaat tuntas pada akhir 2026. Data baru hasil integrasi kementerian/lembaga akan digunakan lebih dulu untuk penyaluran bansos. Setelah itu, basis data yang sama dapat dipakai untuk daftar penerima subsidi dalam bentuk tunai.

"Kita akan mencoba kuartal pertama tahun depan (2027), kita bagi bansos, tapi itu subjek kepada keberhasilan kita sampai akhir tahun," ujar Luhut.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.