- • PT Jhonlin Baratama milik Haji Isam resmi mengakuisisi 10.084.088.370 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) atau setara 30,25% modal ditempatkan dan disetor.
- • Transaksi itu bernilai sekitar Rp26,1 triliun, dengan harga Rp2.588 per saham melalui Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBS).
- • Manajemen BYAN menegaskan tidak ada perubahan rencana bisnis, Low Tuck Kwong tetap pengendali perusahaan.
INFORMASI.COM, Jakarta - PT Jhonlin Baratama milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam resmi menguasai 30,25% saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) senilai Rp26,1 triliun, namun manajemen emiten batu bara itu memastikan Low Tuck Kwong tetap menjadi pengendali dan kegiatan usaha tidak berubah.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jhonlin Baratama membeli 10.084.088.370 saham BYAN dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Jumlah itu setara dengan 30,25% modal ditempatkan dan disetor perseroan.
Harga transaksi tercatat Rp2.588 per saham, sehingga total dana yang dikeluarkan Jhonlin Baratama mencapai Rp26.097.380.221.560. Transaksi dilakukan melalui PJBS dan rampung pada 7 Oktober 2026.
“Berdasarkan Laporan Kepemilikan atau Setiap Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka No. LK/08102026/0008/1 dan No. LK/08102026/0006/1 tertanggal 8 Oktober 2026, kami mencatat bahwa harga transaksi yang dilaporkan adalah sebesar Rp2.588 per saham,” tulis manajemen BYAN, Selasa (13/10/2026).
Kronologi Pengalihan Saham
Proses pengalihan bergerak melalui tiga pencatatan transaksi dalam periode 14 September hingga 8 Oktober 2026. Pada 6 Oktober 2026, Low Tuck Kwong selaku Direktur Utama melepas 33.333.335 saham.
Sehari kemudian, Elaine Low selaku Pemegang Saham Utama mengalihkan 16.666.667 saham kepada Jhonlin Baratama. Pada tanggal yang sama, Low Tuck Kwong kembali melepas 10.067.421.703 saham, menjadikan Jhonlin Baratama penguasa mayoritas paket saham yang diperjualbelikan.
Setelah penyelesaian, Jhonlin Baratama memiliki 10.084.088.370 saham BYAN. Manajemen menyatakan perubahan kepemilikan tersebut tidak mengubah pengendalian perseroan, sehingga Low Tuck Kwong tetap pengendali BYAN.
Bisnis BYAN Tak Berubah
Manajemen BYAN menegaskan akuisisi tersebut tidak menggeser arah bisnis perusahaan. Perseroan akan tetap menjalankan kegiatan utama sesuai strategi dan rencana bisnis yang telah ditetapkan.
Di sisi operasional, anak usaha BYAN yang bergerak di bidang pertambangan telah memperoleh persetujuan perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Perusahaan kini berupaya mencapai target produksi sebagaimana tercantum dalam dokumen tersebut.
Manajemen juga menyatakan belum ada perubahan rencana belanja modal, investasi, ekspansi, diversifikasi usaha, maupun kerja sama strategis.
“Hingga saat ini, belum terdapat pembahasan antara Perseroan dan PT Jhonlin Baratama sehubungan dengan potensi sinergi antara Perseroan dengan PT Jhonlin Baratama,” tulis manajemen BYAN.
Selisih Data Saham
Laporan manajemen mencatat total tiga transaksi sebesar 10.117.421.705 saham. Angka tersebut berbeda tipis dengan 10.117.621.705 saham yang dikutip BEI, tetapi laporan tidak memuat penjelasan atas selisih 200.000 saham itu.
Meski demikian, jumlah saham yang akhirnya dimiliki Jhonlin Baratama tetap tercatat 10.084.088.370 lembar, atau 30,25% dari total modal ditempatkan dan disetor BYAN.