Pendapatan Usaha Melonjak 53,7 Persen, BUMN Waskita Karya Justru Masih Rugi Rp2,87 Triliun

Pendapatan Usaha Melonjak 53,7 Persen, BUMN Waskita Karya Justru Masih Rugi Rp2,87 Triliun
Istimewa
Ikhtisar
  • • Kenaikan pendapatan belum mampu membuat Waskita Karya meraup untung.
  • • Waskita Karya masih mencatat kerugian yang cukup besar atau senilai Rp2,87 triliun.
  • • Salah satu faktor yang bikin Waskita Karya tetap merugi adalah beban keuangan yang masih sangat besar.

INFORMASI.COM, Jakarta - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat penurunan kerugian pada periode berjalan berdasarkan laporan keuangan yang disajikan. Rugi bersih perseroan tercatat sebesar Rp3,26 triliun, menyusut dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai Rp3,58 triliun.

Berdasarkan data laporan keuangan yang dirilis Selasa (13/10/2026), kerugian bersih Waskita Karya turun sekitar Rp325,68 miliar atau 9,09% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari Rp3,58 triliun menjadi Rp3,26 triliun.

Perbaikan kinerja ini terjadi seiring dengan peningkatan pendapatan usaha perseroan. Pendapatan usaha Waskita Karya tercatat sebesar Rp8,13 triliun, naik 53,74% dibandingkan periode sebelumnya yang sebesar Rp5,29 triliun.

Namun, kenaikan pendapatan tersebut belum sepenuhnya mendorong peningkatan laba bruto. Laba bruto perseroan justru turun tipis menjadi Rp959,44 miliar dari sebelumnya Rp979,97 miliar. Hal ini sejalan dengan meningkatnya beban pokok pendapatan menjadi Rp7,17 triliun, dibandingkan Rp4,31 triliun pada periode sebelumnya.

Dari sisi operasional, beban umum dan administrasi meningkat menjadi Rp1,06 triliun dari Rp1 triliun. Sementara itu, beban penjualan naik menjadi Rp87,54 miliar dari Rp86,06 miliar.

Di sisi lain, perseroan berhasil menekan sejumlah beban. Beban non-contributing plant turun menjadi Rp6,57 miliar dari Rp19,09 miliar. Beban lain-lain bersih juga menyusut signifikan menjadi Rp267,72 miliar, dibandingkan Rp638,82 miliar pada periode sebelumnya.

Penurunan beban lain-lain bersih tersebut menjadi salah satu faktor yang membantu memperbaiki kinerja perseroan. Meski demikian, pendapatan bunga juga turun menjadi Rp267,58 miliar dari Rp421,44 miliar.

Dari sisi pembiayaan, beban keuangan Waskita Karya masih menjadi tekanan utama terhadap kinerja. Beban keuangan tercatat sebesar Rp2,79 triliun, sedikit menurun dibandingkan Rp2,84 triliun pada periode sebelumnya.

Selain itu, bagian rugi bersih dari entitas asosiasi dan ventura bersama turun cukup besar menjadi Rp149,41 miliar, dari sebelumnya Rp328,49 miliar.

Dengan kondisi tersebut, rugi sebelum pajak tercatat sebesar Rp3,25 triliun, menyusut dari Rp3,58 triliun pada periode sebelumnya.

Adapun rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan turun menjadi Rp2,87 triliun dari Rp3,17 triliun. Sementara itu, rugi yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali menyusut menjadi Rp384,06 miliar, dibandingkan Rp407 miliar pada periode sebelumnya.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.