BBM di Bali Langka, Koster Pastikan Stok Pertalite dan Pertamax Aman Dua Pekan

BBM di Bali Langka, Koster Pastikan Stok Pertalite dan Pertamax Aman Dua Pekan
Antrean BBM di Bali. Foto: Tangkapan layar medsos.
Ikhtisar
  • • Gubernur Bali Wayan Koster memastikan stok Pertalite dan Pertamax aman hingga dua pekan setelah pasokan baru dari Pertamina masuk secara bertahap.
  • • Pemprov Bali bersama Pertamina menambah armada mobil tangki dari 90 menjadi 105 unit serta mengoperasikan 92 SPBU di Denpasar dan Badung selama 24 jam secara bertahap.
  • • Warga sebelumnya melaporkan antrean hingga 1-1,5 jam di sejumlah SPBU.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah Provinsi Bali memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dan Pertamax dalam kondisi aman hingga dua pekan ke depan. Pernyataan itu disampaikan Gubernur Wayan Koster setelah pasokan baru dari PT Pertamina mulai tiba di Pulau Dewata secara bertahap.

Koster menyampaikan kepastian tersebut usai bertemu Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri di Denpasar, Rabu (14/10/2026). Ia menegaskan bahwa stok BBM kini melampaui kebutuhan normal masyarakat Bali.

“Pertama, yang ingin diperjelas adalah ketersediaan BBM Pertalite dan Pertamax aman sampai dua minggu ke depan,” ujar Koster, dikutip dari akun Instagram resminya @kosterupdate.

Antrean Panjang di SPBU

Kepastian itu muncul setelah sejumlah warga melaporkan kesulitan memperoleh BBM dalam beberapa hari terakhir. Antrean panjang terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina, termasuk di wilayah Sesetan, Denpasar.

Seorang warganet bernama Indri mengeluhkan kondisi tersebut melalui Threads. Ia menyebut lalu lintas di Sesetan macet dan tidak bergerak karena antrean BBM.

“Bali chaos karena BBM langka. Pagi ini Sesetan stuck ga gerak karena antrean BBM,” tulis Indri.

Keluhan lain menyebut dampak kelangkaan BBM juga terasa pada transportasi umum. Seorang warganet menyatakan seluruh bus Trans Metro Dewata penuh karena antrean pengisian BBM.

“Dampak dari langkanya BBM di Bali, semua bus Trans Metro Dewata full. Info tambahan untuk koridor 1, ritase ke 4 off semua karena antre BBM,” tulis warganet tersebut.

Thumbnail Krisis Pasokan BBM di Bali, Antrean Kendaraan Padati Sejumlah SPBU
i

Baca Juga

Krisis Pasokan BBM di Bali, Antrean Kendaraan Padati Sejumlah SPBU

Nasional

Pasokan Mulai Tiba

Untuk meredam persoalan, Pemprov Bali bersama Pertamina mengambil langkah penanganan menyeluruh. Kapal tanker mulai bersandar di Terminal BBM (TBBM) Manggis dan Sanggaran untuk menyalurkan pasokan ke SPBU.

Pada Selasa (13/10/2026), Bali menerima kiriman 19,2 juta liter Pertalite. Koster menyebut volume tersebut diperkirakan cukup untuk kebutuhan harian masyarakat selama enam sampai tujuh hari.

Pasokan Pertamax juga tiba sebanyak 3 juta liter. Jumlah itu dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Bali selama tiga hari ke depan.

Pengiriman susulan dijadwalkan berlangsung pada 15, 16, dan 17 Oktober 2026. Muatan Pertalite pada rangkaian tersebut mencapai 25 juta liter, sehingga stok diperkirakan bertahan hingga 10 hari dalam kondisi konsumsi normal.

Sementara itu, Pertamax akan bertambah 13 juta liter yang dijadwalkan tiba pada 13 dan 17 Oktober. Koster menyatakan jumlah tersebut cukup untuk kebutuhan harian Bali selama 10 sampai 11 hari ke depan.

“Artinya, stok BBM Pertalite dan Pertamax tersedia melebihi kebutuhan normal di Provinsi Bali,” kata Koster. 

SPBU 24 Jam dan Pengawalan Polisi

Pemprov Bali menetapkan Denpasar dan Badung sebagai wilayah prioritas karena mobilitas serta konsumsi energinya tinggi. Kedua wilayah itu memiliki 92 SPBU, terdiri atas 54 SPBU di Denpasar dan 38 SPBU di Badung.

Seluruh SPBU di wilayah prioritas mulai dioperasikan 24 jam secara bertahap pada malam ini. Koster menjelaskan penerapan tersebut memerlukan persiapan tenaga kerja dan teknis.

“SPBU ini akan dioperasikan 24 jam penuh mulai malam ini. Namun, penerapannya dilakukan secara bertahap karena membutuhkan persiapan tenaga kerja dan teknis lainnya,” jelas Koster.

Distribusi dari depo ke SPBU juga dipercepat. Kapasitas armada mobil tangki ditambah dari 90 menjadi 105 unit, atau bertambah 15 unit, guna mempercepat rotasi pengiriman. 

Pemprov Bali juga berkoordinasi dengan Polda Bali untuk mengawal jalur distribusi darat. Menurut Koster, pengawalan kepolisian diharapkan memangkas waktu tempuh sehingga BBM tiba di SPBU lebih cepat dan aman.

“Pengawalan dari kepolisian ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh pengiriman sehingga pasokan BBM dapat tiba di lokasi tujuan dengan aman dan tepat waktu,” jelasnya.

Thumbnail Antrean BBM di Bali Mengular, DPR Geruduk Pertamina Minta Percepat Distribusi BBM dan Lapor Tiap 3 Jam
i

Baca Juga

Antrean BBM di Bali Mengular, DPR Geruduk Pertamina Minta Percepat Distribusi BBM dan Lapor Tiap 3 Jam

Ekonomi

Respons Pertamina

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menanggapi antrean BBM di Bali dengan menambah pasokan sebanyak 26.200 kiloliter (kl). Pasokan itu dijadwalkan datang bertahap dari Senin (12/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026).

Area Manager Communication, Relations & CSR PPN Jatimbalinus Ahad Rahedi menyatakan sebuah kapal telah bersandar di Bali dengan muatan 18.000 kl Pertalite dan 2.500 kl Pertamax. Ia menyebut kapal pengangkut BBM lainnya dijadwalkan tiba pada 12, 14, dan 16 Oktober melalui TBBM Sanggaran dan Manggis.

“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).

Pertamina menyebut rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai 2.200 kl per hari. Angka itu menjadi dasar perusahaan dalam merencanakan pasokan dan menentukan prioritas distribusi.

Perusahaan juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak menimbun. Ahad meminta warga memperoleh informasi melalui kanal komunikasi resmi Pertamina agar tidak tersebar data yang keliru.

“Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Masyarakat juga diharapkan mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi,” ungkap Ahad.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.