Danantara dan INA Investasi di Proyek Kimia Perusahaan Milik Prajogo Pangestu, Target Operasi 2027

Danantara dan INA Investasi di Proyek Kimia Perusahaan Milik Prajogo Pangestu, Target Operasi 2027
Ilustrasi, kantor BPI Danantara (Foto: ANTARA)

Traktir Redaksi

Suka dengan artikel ini? Dukung jurnalisme Informasi.com dengan scan QRIS di bawah melalui m-banking atau e-wallet.

QRIS Media Informasi Dunia Simpan QRIS
Ikhtisar
  • • DIM, INA, dan Chandra Asri merampungkan investasi strategis proyek CA-EDC.
  • • Progres konstruksi mencapai 80%, dengan operasi komersial ditargetkan pada 2027.
  • • Proyek berkapasitas 900.000 ton per tahun dan ditargetkan menyerap 3.250 pekerja selama konstruksi serta operasional.

INFORMASI.COM, Jakarta – Danantara Investment Management (DIM), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) merampungkan transaksi investasi strategis untuk proyek Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC). Proyek ini diharapkan memperkuat industri kimia nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan mendukung agenda hilirisasi Indonesia.

Fasilitas yang dikembangkan perusahaan milik Prajogo Pangestu tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi 400.000 ton soda kaustik dan 500.000 ton ethylene dichloride (EDC) per tahun. Kedua bahan kimia ini digunakan dalam berbagai proses manufaktur, termasuk industri hilir bauksit dan alumina yang membutuhkan pasokan soda kaustik.

Melalui peningkatan produksi domestik, proyek CA-EDC diharapkan dapat mengurangi kebutuhan impor, menghemat devisa, serta memperkuat ketersediaan bahan baku strategis. Kolaborasi DIM, INA, dan Chandra Asri Group juga ditujukan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan operasional industri kimia di dalam negeri.

Per September 2026, progres konstruksi proyek telah mencapai sekitar 80%. Pengerjaan mencakup pemasangan peralatan utama serta pembangunan infrastruktur pendukung, seperti dermaga, trestle, dan fasilitas penyimpanan. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

Dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026), CEO DIM Pandu Sjahrir mengatakan investasi tersebut sejalan dengan agenda hilirisasi dan mandat DIM untuk mengarahkan modal ke sektor strategis yang menopang ketahanan ekonomi nasional. Menurutnya, proyek ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja berkualitas dan meningkatkan daya saing industri Indonesia.

Ketua Dewan Direktur INA Oki Ramadhana menambahkan, investasi CA-EDC didukung peran penting soda kaustik dan EDC dalam rantai nilai industri nasional serta fundamental komersial proyek. Kemitraan ini diharapkan memperkuat pasokan domestik dan membangun rantai industri yang lebih terintegrasi.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menyatakan proyek tersebut ditargetkan menciptakan sekitar 3.000 lapangan kerja selama konstruksi dan 250 pekerjaan permanen saat beroperasi. Penyelesaian transaksi investasi ini menjadi tonggak pengembangan proyek CA-EDC untuk mendukung ketahanan pasokan bahan kimia dan pertumbuhan industri nasional.

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.