IHSG Ditutup Menguat 5,65% ke 5.278,89 Hari Ini, Investor Borong Saham Emiten-emiten Ini

IHSG Ditutup Menguat 5,65% ke 5.278,89 Hari Ini, Investor Borong Saham Emiten-emiten Ini
Ilustrasi IHSG di Bursa Efek Indonesia.
Ikhtisar
  • • IHSG melonjak 5,65 persen ke level 5.278,89 pada penutupan perdagangan Selasa (20/10/2026).
  • • Seluruh sektor saham menguat, dengan transportasi dan logistik memimpin kenaikan sebesar 6,97 persen.
  • • Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi sekitar Rp25,1 triliun hingga Rp26,47 triliun.

INFORMASI.COM, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 5,65 persen ke level 5.278,89 pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (20/10/2026). Aksi beli investor setelah dua hari tekanan jual menjadi salah satu faktor yang mengiringi pemulihan indeks, yang sebelumnya terpuruk akibat kekhawatiran terhadap status pasar modal Indonesia di mata penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG bertambah 282,28 poin dibandingkan penutupan sebelumnya. Indeks sempat dibuka melemah di level 4.980,16, tetapi kemudian berbalik naik dan bergerak fluktuatif di kisaran 5.100–5.200 pada sesi pertama. Memasuki sesi kedua, tekanan beli menguat, mendorong IHSG menembus 5.200 hingga akhirnya ditutup pada level tertinggi hari itu.

Kenaikan tersebut membalikkan sebagian tekanan yang terjadi dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Pada Jumat (16/10/2026), IHSG anjlok 11,57 persen. Indeks kembali turun 3,64 persen pada Senin (19/10/2026) hingga berakhir di level 4.996,61.

Seluruh Sektor Menguat, Saham Perbankan Ramai Diperdagangkan

Penguatan pada Selasa terjadi secara luas. Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor saham mencatat kenaikan. Sektor transportasi dan logistik memimpin dengan penguatan 6,97 persen, disusul sektor barang baku sebesar 6,42 persen dan infrastruktur sebesar 5,62 persen.

Indeks LQ45 yang mengukur pergerakan 45 saham unggulan juga naik lebih tinggi daripada IHSG. Indeks tersebut menguat 8,58 persen atau 41,89 poin ke level 530,35.

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga dalam nilai nominal besar. United Tractors (UNTR) naik Rp1.850 menjadi Rp24.375 per saham. Bank of India Indonesia (BSWD) menguat Rp1.325 ke Rp8.075, sedangkan POLU bertambah Rp1.175 menjadi Rp12.125 per saham.

Di sisi lain, beberapa saham masih melemah meski indeks utama melonjak. DCI Indonesia (DCII) turun Rp1.125 ke Rp184.775 per saham, SINI merosot Rp775 menjadi Rp10.375, dan Bayan Resources (BYAN) terkoreksi Rp400 ke Rp9.975 per saham.

Dari sisi aktivitas, saham Bank Central Asia (BBCA) menjadi salah satu yang paling ramai diperdagangkan, dengan 165.196 kali transaksi senilai Rp5,61 triliun. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyusul dengan 116.809 kali transaksi senilai Rp1,84 triliun, sedangkan Bumi Resources (BUMI) mencatat 93.212 kali transaksi senilai Rp967,1 miliar.

Data perdagangan yang dihimpun menunjukkan nilai transaksi sekitar Rp25,1 triliun hingga Rp26,47 triliun, dengan perbedaan angka antarcatatan. Data tersebut juga memuat perbedaan jumlah saham yang naik, turun, dan tidak berubah. Karena itu, angka aktivitas perdagangan perlu mengacu pada satu sumber penutupan resmi sebelum diterbitkan.

Reformasi BEI Jadi Sorotan Setelah Peringatan MSCI

Pemulihan IHSG berlangsung ketika pelaku pasar masih menunggu tindak lanjut reformasi pasar modal. Pekan lalu, MSCI membuka peluang menurunkan klasifikasi Indonesia dari emerging market atau pasar berkembang menjadi standalone market atau pasar mandiri. Lembaga tersebut menyoroti transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi, serta meminta bukti penegakan aturan yang konsisten.

Menanggapi pengumuman itu, BEI mengumumkan dua inisiatif pada Senin (19/10/2026). Pertama, publikasi kepemilikan saham di atas 1 persen akan dilengkapi informasi mengenai hubungan afiliasi pemegang saham dengan perusahaan. Kedua, saham yang masuk daftar High Shareholding Concentration (HSC) akan dikeluarkan dari perhitungan IHSG. BEI akan mengumumkan waktu efektif kebijakan tersebut kemudian.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyebut saham-saham dalam daftar HSC saat ini memiliki bobot sekitar 18 persen terhadap IHSG. Meski dikeluarkan dari perhitungan indeks, saham tersebut tetap dapat diperdagangkan dan tidak akan dihapus dari bursa. Saham juga berpeluang kembali masuk perhitungan IHSG setelah keluar dari daftar HSC.

BEI turut menegaskan bahwa emiten yang masuk daftar HSC tidak otomatis menerima sanksi tambahan. Kebijakan ini melengkapi sejumlah perubahan sebelumnya, termasuk pengungkapan pemegang saham di atas 1 persen, perincian data investor, peningkatan ketentuan saham beredar di publik atau free float, serta penghapusan batas harga minimum saham Rp50.

Konsultasi MSCI mengenai kemungkinan reklasifikasi pasar Indonesia dijadwalkan berlangsung hingga April 2027. Keputusan akhir ditargetkan keluar paling lambat 30 Juni 2027. Ketidakpastian mengenai hasil proses tersebut masih menjadi salah satu perhatian pelaku pasar.

Danantara Siap Tambah Kepemilikan Saham BUMN

Selain reformasi BEI, langkah Danantara turut menjadi perhatian investor. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria menyatakan lembaganya siap menambah kepemilikan pada saham-saham BUMN yang memiliki fundamental kuat.

Pernyataan itu disampaikan setelah Dony dipanggil ke Istana. Ia menilai pelemahan IHSG sebagai dinamika pasar yang wajar dan menyebut rencana demutualisasi BEI sebagai bagian dari transformasi pasar modal.

Demutualisasi merupakan perubahan struktur bursa dari organisasi yang dimiliki anggota menjadi perusahaan dengan struktur kepemilikan berbeda. Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda perubahan pasar modal yang tengah disorot setelah peringatan MSCI.

Di tengah penguatan IHSG pada Selasa, investor masih perlu mencermati pelaksanaan reformasi BEI, tindak lanjut pemerintah dan Danantara, serta keputusan MSCI dalam beberapa bulan mendatang. Kenaikan indeks sehari ini menunjukkan pemulihan setelah tekanan jual besar, tetapi belum dengan sendirinya menjawab kekhawatiran mengenai transparansi dan klasifikasi pasar Indonesia.

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.