- • Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen pada triwulan III-2026, tetapi pertumbuhan setiap sektor berbeda jauh.
- • Pertanian yang menyumbang 13,46 persen terhadap PDB hanya tumbuh 0,46 persen secara tahunan.
- • Industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,47 persen pada triwulan III-2026. Namun, angka tersebut belum menggambarkan bahwa seluruh sektor ekonomi bergerak dengan kecepatan yang sama. Di tengah pertumbuhan nasional yang berada di atas 5 persen, sektor pertanian justru hanya tumbuh 0,46 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertanian memiliki porsi 13,46 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada triwulan III-2026. Besarnya porsi tersebut menempatkan pertanian sebagai salah satu sektor utama dalam struktur ekonomi nasional, tepat di bawah industri pengolahan yang menyumbang 19,22 persen.
Namun, laju pertumbuhan pertanian tertinggal jauh dibandingkan sejumlah sektor lain. Perdagangan tumbuh 7,14 persen, konstruksi 6,42 persen, sedangkan industri pengolahan meningkat 5,87 persen.
Perbedaan itu terlihat lebih jelas jika pertumbuhan setiap sektor dibandingkan dengan kontribusinya terhadap PDB.
| Lapangan usaha | Distribusi terhadap PDB | Pertumbuhan tahunan |
| Industri pengolahan | 19,22% | 5,87% |
| Pertanian | 13,46% | 0,46% |
| Perdagangan | 13,24% | 7,14% |
| Konstruksi | 10,20% | 6,42% |
| Pertambangan | 9,19% | 0,91% |
| Transportasi dan pergudangan | 6,24% | 8,03% |
| Informasi dan komunikasi | 4,28% | 7,13% |
| Jasa keuangan | 4,01% | 8,47% |
| Akomodasi dan makan minum | 2,75% | 11,22% |
Sumber: BPS, pertumbuhan ekonomi triwulan III-2026.
Data tersebut memperlihatkan kontras antara sektor yang memiliki porsi besar dalam ekonomi dan sektor yang mencatat pertumbuhan tinggi. Akomodasi dan makan minum, misalnya, tumbuh 11,22 persen. Namun, kontribusinya terhadap PDB hanya 2,75 persen.
Sebaliknya, pertanian memiliki porsi hampir lima kali lebih besar daripada akomodasi dan makan minum, tetapi pertumbuhannya hanya 0,46 persen. Pertambangan juga mencatat pertumbuhan rendah, yakni 0,91 persen, meskipun menyumbang 9,19 persen terhadap PDB.
Dari sisi sumber pertumbuhan, industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar pada triwulan III-2026, yakni 1,20 poin persentase. Perdagangan menyumbang 0,94 poin, konstruksi 0,62 poin, sedangkan informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 0,49 poin.
| Sektor | Sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi |
| Industri pengolahan | 1,20 poin persentase |
| Perdagangan | 0,94 poin persentase |
| Konstruksi | 0,62 poin persentase |
| Informasi dan komunikasi | 0,49 poin persentase |
| Sektor lainnya | 2,22 poin persentase |
| Total pertumbuhan ekonomi | 5,47% |
Sumber: BPS, triwulan III-2026.
Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,47 persen terutama ditopang oleh industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi. Sementara itu, pertanian yang menjadi salah satu sektor terbesar dalam struktur PDB justru mencatat pertumbuhan jauh lebih rendah.
BPS mencatat seluruh lapangan usaha masih tumbuh positif pada triwulan III-2026. Namun, rentang pertumbuhannya cukup lebar, mulai dari 0,28 persen pada pengadaan air hingga 11,22 persen pada akomodasi dan makan minum.