Jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO, Begini Penyebutan Kebaya di 5 Negara ASEAN

INFORMASI.COM, Jakarta - Kebaya akhirnya masuk ke daftar warisan budaya takbenda (WBTb) UNESCO. Yang menarik, kebaya diusulkan oleh lima negara, termasuk Indonesia.
"Kebaya: Pengetahuan, Kemampuan, Tradisi, dan Praktik (Kebaya: Knowledge, Skills, Traditions, and Practices) masuk dalam Daftar Perwakilan Budaya Takbenda (ICH) UNESCO melalui sidang yang diselenggarakan di Paraguay," tulis akun Instagram Kementerian Kebudayaan, @kemenkebud, Kamis (5/12/2024).
Deretan Tren Fashion yang Diprediksi Hits Tahun Depan, Favoritmu yang Mana?Kebaya diadopsi ke dalam representatif melalui WBTb melalui mekanisme nominasi bersama 5 negara: Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Thailand.
Sekadar informasi, pengusulan ini bermula dari Perdana Menteri Malaysia, Da'to Sri Ismail Sabri, bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada 2021. Pertemuan ini berbicara beragam peluang kerja sama, termasuk kebudayaan.
Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Hilmar Farid, pertemuan sang perdana menteri dengan Jokowi adalah pengusulan bersama beberapa WBTb yang punya sejarah shared culture, termasuk kebaya.
🔴 BREAKING
— UNESCO 🏛️ #Education #Sciences #Culture 🇺🇳 (@UNESCO) December 4, 2024
New inscription on the #IntangibleHeritage List: Kebaya: knowledge, skills, traditions and practices, #BruneiDarussalam🇧🇳, #Indonesia🇮🇩, #Malaysia🇲🇾, #Singapore🇸🇬, #Thailand🇹🇭.
Congratulations!https://t.co/NrLCcg15Sf #LivingHeritage pic.twitter.com/SsfqhdavR9
"Setelah berdiskusi kemudian disepakati mengajak negara anggota ASEAN lain yang juga memiliki tradisi kebaya untuk bergabung dalam nominasi bersama kebaya," kata Hilmar di Jakarta, dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Berdasarkan penelusuran di berbagai sumber, kebaya punya nama yang berbeda-beda di kelima negara itu. Di Malaysia dan Indonesia, busana ini tetap dipanggil kebaya.
Nah, kebaya Malaysia, dikutip dari Malay Mail, terpengaruh dari Portugis yang terinspirasi dari abaya, pakaian dari Timur Tengah.
Sejarah Panjang Jeans, dari Pakaian Pekerja Tambang hingga Tembus Industri FashionSementara itu, di Singapura, busana tradisional dinamakan sarong kebaya. Mengutip Marina Bay Sands, sarong kebaya sering dikaitkan dengan komunitas Peranakan.
Bagaimana dengan Brunei Darussalam? Penyebutan busana tradisional itu sama dengan Indonesia dan Malaysia, yaitu kebaya. Nah, kebaya di Brunei Darussalam terinspirasi dari baju kurung, dikutip dari Paramita: Historical Studies Journal: Baju Kurung or Baju Kebaya? Framing the History of the Brunei Women's Fashion.
Kemudian, di Thailand, kebaya merupakan pakaian tradisional Thai Peranakan atau Baba-Nyonya. Pakaian itu sering ditemukan di Phuket, Phang Nga, Ranong, Krabi, Trang, dan Satun, dikutip dari Thairath.
(Penulis: Yasmin Shofa)
Komentar (0)
Login to comment on this news