INFORMASI.COM, Jakarta - Artis sekaligus anggota DPR RI, Surya Utama atau Uya Kuya, menambah atribut akademik dalam daftar prestasinya.
Kemarin (12/12/2025), Uya resmi menyandang gelar Magister Ilmu Hukum setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, dengan nilai cum laude. Uya Kuya meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,72.
Uya termasuk dari 431 wisudawan dari berbagai jenjang dan jurusan, termasuk 229 orang magister ilmu hukum.
“ Hari ini saya wisuda untuk fakultas (Fakultas Hukum, red.), untuk IPK (indeks prestasi komulatif) 3,72. ”
— Uya Kuya, anggota DPR RI, saat pelepasan wisudawan Fakultas Hukum Unissula, di Semarang, Jumat (12/12/2025).
Penjarahan Rumahnya Jadi Tesis
Alih-alih memilih tema teoritis, Uya Kuya justru mengangkat persoalan hukum yang pernah ia alami secara langsung. Pengalaman rumahnya menjadi sasaran penjarahan akibat informasi menyesatkan di media sosial menjadi landasan empiris dari penelitian akademisnya.
“ Kemarin tesisnya dari saya ubah tesis dari zaman saya kena jarah. Ya, sesuai dengan apa yang saya alami kemarin. ”
— Uya Kuya mengatakan.
Capaian akademisnya kali ini didapat setelah Uya merampungkan tesis yang berjudul "Analisis Hukum terhadap Penyebaran Berita Bohong di Sosial Media Berbasis Keadilan Pancasila."
Menurut Uya, tesis ini dibuat berhubungan dengan pengalaman pribadinya yang menjadi korban informasi tidak bertanggung jawab. Kata Uya, tesisnya itu sangat kontekstual dengan perkembangan zaman.
Uya menilai insiden penjarahan rumah miliknya dipicu oleh informasi tidak bertanggung jawab di media sosial. Uya menyebut dirinya sebagai korban yang disudutkan orang tak bertanggung jawab.
Dukungan Unissula untuk Uya
Dekan Fakultas Hukum Unissula Semarang, Jawade Hafidz, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan anggota legislatif dan artis seperti Uya Kuya untuk menimba ilmu di kampusnya.
Pihak fakultas pun menyambut positif partisipasi figur publik dalam dunia akademik. Jawade berharao, jaringan yang luas dapat mewarnai pemikiran para penyelenggara negara bahwa hukum harus adil bagi semua lapisan.
“ Karena kami ingin berusaha mewarnai, bahkan mempengaruhi pemikiran para petinggi-petinggi, penyelenggara negara itu bahwa hukum itu juga harus tajam ke atas. Jangan hanya tajam ke bawah. ”
— Jawade Hafidz, Dekan FH Unissula, saat pelepasan wisudawan di Semarang, Jumat.
(ANT)