- • The Weeknd baru saja menggelar dua konser di Jakarta pada 26–27 September 2026 dalam rangkaian After Hours Til Dawn Tour.
- • Jakarta semakin sering masuk dalam kalender tur musisi internasional karena memiliki pasar musik besar, venue berskala internasional, dan ekosistem event yang terus berkembang.
- • Konser internasional juga mendorong aktivitas ekonomi kreatif, pariwisata, UMKM, hingga sektor jasa di sekitar penyelenggaraan acara.
INFORMASI.COM, Jakarta — Jakarta semakin sering menjadi persinggahan musisi dunia. Setelah The Weeknd tampil selama dua hari di Jakarta International Stadium (JIS) pada 26 dan 27 September 2026, perhatian kembali tertuju pada posisi ibu kota dalam peta musik internasional.
Konser The Weeknd menjadi bagian dari After Hours Til Dawn Tour yang membawa penyanyi asal Kanada tersebut ke sejumlah kota di Asia. Jakarta menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian pertunjukan tersebut.
Kehadiran musisi global di Jakarta bukan fenomena baru. Namun, frekuensi konser berskala besar dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan ekosistem pertunjukan musik di Indonesia.
Pasar Penonton Jadi Daya Tarik
Salah satu faktor utama adalah besarnya pasar Indonesia.
Jakarta menjadi pusat industri, media, dan budaya populer dengan basis penggemar musik yang besar. Penonton tidak hanya berasal dari ibu kota, tetapi juga datang dari berbagai daerah untuk menyaksikan artis internasional.
Kondisi tersebut membuat Jakarta memiliki potensi pasar yang luas bagi promotor dan musisi yang sedang menjalankan tur dunia.
Konser juga semakin dipandang sebagai bagian dari industri hiburan yang dapat menggerakkan sektor lain.
Venue Semakin Beragam
Jakarta juga memiliki pilihan venue dengan kapasitas dan karakter yang berbeda.
JIS dan Stadion Utama GBK dapat digunakan untuk konser berskala besar. Sementara Indonesia Arena dan berbagai arena pertunjukan lainnya dapat menampung acara dengan format berbeda.
Keberadaan berbagai venue memberikan fleksibilitas bagi promotor untuk menyesuaikan konsep pertunjukan dengan jumlah penonton dan kebutuhan produksi.
Hal tersebut menjadi penting bagi musisi global yang membawa produksi panggung dalam skala besar.
Konser Menggerakkan Ekonomi Kota
Dampak konser tidak berhenti ketika lampu panggung dimatikan.
Ribuan penonton membutuhkan transportasi, makanan, penginapan, dan berbagai layanan lain. Penonton dari luar Jakarta bahkan dapat memperpanjang aktivitas wisatanya sebelum atau setelah konser.
Pemerintah juga melihat konser internasional sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berbasis event.
Di sisi lain, penyelenggaraan konser membuka pekerjaan bagi pekerja produksi, vendor, kru teknis, fotografer, kreator, desainer, hingga pelaku UMKM.
Dengan demikian, sebuah konser dapat menciptakan rantai ekonomi yang jauh lebih luas daripada penjualan tiket.
Jakarta Punya Ekosistem Musik yang Semakin Aktif
Pertumbuhan festival dan konser lokal ikut memperkuat ekosistem tersebut.
Berbagai festival musik membuat masyarakat semakin terbiasa menikmati pertunjukan langsung. Promotor dan pekerja event juga memperoleh pengalaman dalam mengelola acara dengan jumlah penonton yang besar.
Ekosistem tersebut kemudian menjadi modal ketika Jakarta menerima artis internasional.
Kehadiran The Weeknd menjadi salah satu contoh terbaru. Setelah konser tersebut, kalender pertunjukan Jakarta masih diisi sejumlah agenda internasional, termasuk konser YE di Stadion Utama GBK pada 24 Oktober 2026.
Jakarta Bukan Sekadar Tempat Konser
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa daya tarik Jakarta bagi musisi global tidak hanya berasal dari jumlah penggemarnya.
Kota ini memiliki kombinasi antara pasar musik, venue besar, konektivitas, industri event, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
The Weeknd menjadi salah satu nama besar yang baru saja mengisi panggung Jakarta. Setelahnya, musisi lain masih akan datang dengan konsep dan basis penggemar yang berbeda.
Bagi Jakarta, rangkaian konser tersebut menunjukkan bahwa ibu kota semakin terhubung dengan pergerakan industri musik global. Bukan hanya sebagai tempat pertunjukan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem hiburan dan gaya hidup Asia Tenggara.