Jakarta Film Week 2026 Dimulai Besok, Laut Bercerita Jadi Film Penutup

Jakarta Film Week 2026 Dimulai Besok, Laut Bercerita Jadi Film Penutup
Laut Bercerita. Foto: Instagram/@lautbercerita

Traktir Redaksi

Suka dengan artikel ini? Dukung jurnalisme Informasi.com dengan scan QRIS di bawah melalui m-banking atau e-wallet.

QRIS Media Informasi Dunia Simpan QRIS
Ikhtisar
  • • Jakarta Film Week 2026 berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 dengan mengusung tema Encounter.
  • • Film Laut Bercerita karya Yosep Anggi Noen terpilih menjadi film penutup sekaligus dijadwalkan tayang di Jakarta sebelum rilis serentak di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.
  • • Diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita mengangkat kisah aktivisme mahasiswa, perjuangan melawan ketidakadilan, dan kebebasan berekspresi.

INFORMASI.COM, Jakarta — Jakarta Film Week (JFW) 2026 akan dimulai pada Rabu (21/10/2026) dan berlangsung selama lima hari hingga Minggu (25/10/2026). Festival film internasional yang memasuki penyelenggaraan kelima ini mengusung tema Encounter dan menghadirkan pertemuan antara sineas, penonton, serta pelaku industri perfilman Indonesia dan internasional.

Salah satu film yang menjadi sorotan dalam penyelenggaraan tahun ini adalah Laut Bercerita. Film garapan sutradara Yosep Anggi Noen tersebut terpilih sebagai film penutup Jakarta Film Week 2026 dan dijadwalkan diputar pada 25 Oktober 2026.

Pemutaran itu menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan film adaptasi novel karya Leila S. Chudori tersebut sebelum menyapa penonton Indonesia melalui penayangan serentak di bioskop pada 29 Oktober 2026.

Jakarta Film Week merupakan festival yang digagas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ajang ini bertujuan memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong Jakarta menjadi kota sinema yang terhubung dengan perkembangan industri film internasional.

Laut Bercerita Jadi Film Penutup Jakarta Film Week 2026

Pemilihan Laut Bercerita sebagai film penutup menjadi salah satu agenda yang dinantikan dalam Jakarta Film Week 2026. Film produksi Pal 8 Pictures ini mengangkat cerita tentang aktivisme mahasiswa, perjuangan melawan ketidakadilan, dan kebebasan berekspresi.

Produser sekaligus Direktur Pal 8 Pictures, Budi Setyarso, menyambut positif kesempatan tersebut. Ia menilai Laut Bercerita memiliki relevansi dengan kondisi masyarakat saat ini, terutama terkait pentingnya menjaga kebebasan berekspresi.

Menurut Budi, film tersebut membawa semangat yang perlu terus disuarakan melalui kisah anak-anak muda dalam kelompok Winatra. Kelompok ini menjadi bagian penting dalam cerita tentang perlawanan terhadap ketidakadilan.

Penayangan Laut Bercerita pada 25 Oktober 2026 juga akan berlangsung bersamaan dengan penganugerahan bagi film-film yang berkompetisi dalam Jakarta Film Week 2026. Dengan demikian, film tersebut tidak hanya menjadi penutup rangkaian festival, tetapi juga menandai akhir perayaan sinema selama lima hari di Jakarta.

Adaptasi Novel Leila S. Chudori, Angkat Kisah Aktivisme Mahasiswa

Laut Bercerita diadaptasi dari novel berjudul sama karya penulis Leila S. Chudori. Film ini disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, yang turut menulis skenario bersama Leila.

Cerita berpusat pada Biru Laut, karakter yang diperankan Reza Rahadian, bersama rekan-rekannya dalam kelompok mahasiswa Winatra. Mereka terlibat dalam gerakan yang menentang ketidakadilan di tengah situasi politik yang penuh tekanan.

Pergerakan kelompok tersebut semakin intens ketika sejumlah aktivis menghadapi proses hukum karena membaca dan mengedarkan buku. Mereka juga terlibat dalam upaya mendampingi persoalan yang dihadapi para petani.

Melalui perjalanan para tokohnya, film ini membawa penonton pada persoalan kebebasan berekspresi, gerakan mahasiswa, dan risiko yang dihadapi orang-orang yang menyuarakan perubahan. Tema tersebut menjadi salah satu aspek yang membuat Laut Bercerita relevan untuk diperbincangkan dalam konteks sosial Indonesia.

Deretan pemain yang terlibat dalam film ini mencakup Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ibnu Jamil, serta sejumlah aktor lainnya.

Dari Busan International Film Festival ke Jakarta Film Week

Sebelum hadir di Jakarta Film Week 2026, Laut Bercerita lebih dahulu menempuh perjalanan di panggung perfilman internasional melalui Busan International Film Festival (BIFF) 2026 di Korea Selatan.

Film tersebut terpilih dalam program kompetisi utama BIFF dan menjalani pemutaran perdana dunia atau world premiere di festival tersebut pada Oktober 2026. Film ini menggunakan judul internasional The Sea Speaks His Name.

Kehadiran di BIFF menjadi kesempatan bagi Laut Bercerita untuk diperkenalkan kepada penonton internasional, media, dan pelaku industri film. Rangkaian pemutarannya juga mencakup sesi tanya jawab bersama sineas dan pemeran.

Setelah tampil di Busan, Jakarta Film Week menjadi bagian berikutnya dari perjalanan film tersebut sebelum dirilis secara luas di Indonesia. Pemutaran di Jakarta pada 25 Oktober 2026 memberikan kesempatan kepada penonton untuk menyaksikan film itu sebelum penayangan serentak di bioskop.

Film Laut Bercerita dijadwalkan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026, empat hari setelah penayangannya sebagai film penutup Jakarta Film Week.

Jakarta Film Week 2026 Mengusung Tema Encounter

Jakarta Film Week 2026 mengusung tema Encounter, yang menekankan pertemuan antara film, penonton, serta pelaku industri perfilman dari Indonesia dan berbagai negara.

Selama lima hari penyelenggaraan, festival ini menjadi ruang bagi karya film untuk bertemu dengan penontonnya sekaligus membuka kesempatan pertukaran gagasan dan pengembangan kolaborasi di industri sinema.

Memasuki edisi kelima, Jakarta Film Week juga melanjutkan upayanya memperkuat posisi Jakarta sebagai bagian dari jaringan festival film internasional. Kehadiran film-film dari berbagai latar belakang diharapkan dapat memperluas perspektif penonton sekaligus memberikan ruang bagi sineas untuk memperkenalkan karya mereka.

Selain pemutaran film, festival ini juga menjadi kesempatan bagi para pelaku industri untuk membangun jejaring dan bertukar pengalaman. Pertemuan antara sineas, produser, distributor, kritikus, dan penonton menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan ekosistem perfilman.

Penunjukan Laut Bercerita sebagai film penutup turut memperlihatkan bagaimana karya film Indonesia dapat menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Jadwal Jakarta Film Week 2026

Berikut informasi utama mengenai penyelenggaraan Jakarta Film Week 2026 dan penayangan Laut Bercerita.

Informasi Keterangan
Nama acara Jakarta Film Week 2026
Periode festival 21–25 Oktober 2026
Hari pembukaan Rabu, 21 Oktober 2026
Hari penutupan Minggu, 25 Oktober 2026
Tema Encounter
Film penutup Laut Bercerita
Sutradara Yosep Anggi Noen
Penulis novel Leila S. Chudori
Rumah produksi Pal 8 Pictures
Jadwal pemutaran film penutup 25 Oktober 2026
Jadwal rilis bioskop Indonesia 29 Oktober 2026

Informasi mengenai jadwal dan lokasi setiap pemutaran perlu diperiksa melalui kanal resmi Jakarta Film Week karena tidak semua film dalam festival ditayangkan pada waktu dan tempat yang sama.

Laut Bercerita Jadi Penutup Perayaan Sinema di Jakarta

Jakarta Film Week 2026 akan berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 dengan membawa tema Encounter. Festival ini menjadi ruang pertemuan bagi film, penonton, dan pelaku industri perfilman dari Indonesia maupun luar negeri.

Di antara rangkaian programnya, Laut Bercerita menjadi salah satu film yang mendapat perhatian karena terpilih sebagai penutup festival. Adaptasi novel Leila S. Chudori tersebut membawa kisah aktivisme mahasiswa dan kebebasan berekspresi melalui arahan Yosep Anggi Noen.

Penayangannya pada 25 Oktober 2026  juga menjadi kesempatan bagi penonton Jakarta untuk menyaksikan film tersebut sebelum dirilis secara serentak di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.

Dengan demikian, Jakarta Film Week 2026 bukan hanya menjadi ajang perayaan film, tetapi juga ruang bagi karya seperti Laut Bercerita untuk membuka percakapan mengenai kebebasan berekspresi, ketidakadilan, dan pengalaman sosial melalui medium sinema.

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.