Grok Rilis Film The Odyssey 7 Menit Hasil AI, Aksi Elon Musk yang Kesal kepada Christopher Nolan Dikritik

Grok Rilis Film The Odyssey 7 Menit Hasil AI, Aksi Elon Musk yang Kesal kepada Christopher Nolan Dikritik
Cuplikan The Odyssey buatan model AI Grok.

Traktir Redaksi

Suka dengan artikel ini? Dukung jurnalisme Informasi.com dengan scan QRIS di bawah melalui m-banking atau e-wallet.

QRIS Media Informasi Dunia Simpan QRIS
Ikhtisar
  • • Grok Imagine merilis episode pertama serial Odyssey berdurasi tujuh menit pada 24 September 2026, seluruhnya dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).
  • • Tayangan hasil kolaborasi dengan Wonder Studios dan sutradara Dev Walker itu meraih sekitar 6,1 juta penayangan di X, tetapi sejumlah penonton mengkritik kualitas artistiknya.
  • • Proyek ini muncul setelah Elon Musk menjanjikan film panjang The Odyssey yang akurat secara historis, sekaligus menyerang adaptasi karya Christopher Nolan karena pilihan pemerannya.

INFORMASI.COM, Jakarta - Elon Musk menjanjikan kecerdasan buatan Grok Imagine mampu membuat film panjang The Odyssey yang akurat secara historis sebelum akhir 2026.

Namun, tayangan pertama proyek tersebut justru hadir dalam bentuk episode berdurasi tujuh menit yang memunculkan pertanyaan tentang kemampuan AI menghasilkan karya sinema yang bukan sekadar tampak nyata.

Grok Imagine merilis episode pertama serial Odyssey pada 24 September 2026. Tayangan yang dipublikasikan melalui platform X itu dibuat sepenuhnya menggunakan AI melalui kolaborasi dengan Wonder Studios dan sutradara Dev Walker, yang berpengalaman menggarap film berbasis kecerdasan buatan.

Menurut laporan TechCrunch yang dikutip Senin (26/10/2026), video tersebut telah mengumpulkan sekitar 6,1 juta penayangan dan 2.200 komentar. Meski menjangkau jutaan pengguna, tayangan itu tidak sepenuhnya mendapat sambutan positif. Sejumlah komentator menilai episode tersebut kurang menarik.

TechCrunch menilai hasilnya tidak seburuk perkiraan dan terlihat lebih mengesankan dibandingkan sejumlah video AI lain yang belakangan diunggah Musk. Penonton yang tidak mengetahui proses produksinya bahkan mungkin mengira tayangan itu melibatkan aktor sungguhan dan lokasi pengambilan gambar nyata.

Namun, kemiripan visual dengan dunia nyata belum cukup membuat tayangan tersebut terasa seperti sebuah film. TechCrunch menilai klip itu kurang memiliki sentuhan artistik, inspirasi, dan daya tarik manusiawi. Beberapa adegannya memang tampak meyakinkan, tetapi keseluruhan cerita terasa hambar dan tidak membangun keterikatan emosional dengan penonton.

Elon Kesal dengan Christopher Nolan?

Proyek Grok Imagine itu bermula dari pengumuman Musk pada Juli 2026. Saat itu, ia berjanji akan membuat adaptasi panjang puisi epik Yunani kuno karya Homer dengan bantuan AI.

“Sebelum tahun ini berakhir, Grok Imagine akan membuat film panjang The Odyssey yang akurat secara historis dan setia pada karya seni Homer,” tulis Musk.

Ia menyertakan klip berdurasi sekitar tiga menit untuk memperlihatkan gambaran awal proyek tersebut. Konten yang sama sebelumnya telah diunggah oleh seorang pengguna X.

Pengumuman itu juga memicu kritik dari sutradara Scott Derrickson, yang dikenal melalui film Doctor Strange dan The Black Phone. Derrickson menilai pernyataan Musk menunjukkan ketidakpahamannya terhadap seni sinema.

“Jelas sekali @elonmusk tidak tahu apa-apa soal sinema, dan dia sudah berhenti membaca sejak usia 20-an,” tulis Derrickson di X.

Ia kemudian melontarkan kritik lebih tajam terhadap pandangan Musk mengenai seni. “Pendapatnya tentang seni tidak ada harganya,” tulis Derrickson.

Kontroversi tersebut tidak hanya menyangkut penggunaan AI dalam pembuatan film. Musk sebelumnya berulang kali mengkritik The Odyssey garapan Christopher Nolan, terutama terkait keputusan Nolan memilih Elliot Page sebagai Sinon dan Lupita Nyong'o sebagai Helen dari Troya.

Musk menuduh Nolan memilih kedua aktor tersebut untuk memenuhi standar representasi dan inklusi Academy of Motion Picture Arts and Sciences agar filmnya memenuhi syarat mengikuti ajang Oscar.

Pada Maret 2026, Musk bahkan menulis, “Chris Nolan adalah seorang rasis yang anti-kulit putih.” Ia juga menuduh Nolan memilih Nyong'o semata-mata untuk mengejar penghargaan.

Film Odyssey Hasil Grok Dinilai Kurang Memiliki Jiwa

Perbedaan antara janji Musk dan hasil episode pertama Grok Imagine terlihat pada aspek yang tidak dapat diukur hanya dari kemiripan gambar dengan kenyataan. Meski sejumlah adegan tampak realistis, tayangan itu dinilai belum mampu membangun momentum cerita atau membuat penonton peduli terhadap karakter yang muncul.

Narasi dan dialog dalam klip tersebut menggunakan bahasa Inggris, bukan bahasa Yunani kuno. Karakter-karakternya juga digambarkan dengan penampilan yang sejalan dengan pandangan Musk mengenai pemilihan pemeran dalam adaptasi Nolan.

Sementara itu, film The Odyssey versi Nolan menempuh proses produksi berskala besar. Pengambilan gambarnya berlangsung di enam negara dan melibatkan ribuan pemeran serta kru. Film tersebut dirilis pada Juli 2026 dan meraih kesuksesan di box office.

Kedua proyek itu menawarkan pendekatan produksi yang berbeda. Nolan menggarap film melalui proses pembuatan sinema konvensional dengan banyak pemeran dan kru, sedangkan Grok Imagine menggunakan AI untuk menghasilkan tayangan tanpa proses produksi film tradisional yang sama.

Meski episode pertama Odyssey versi Grok telah menarik jutaan penonton, capaian jumlah tayangan belum menjawab apakah teknologi tersebut mampu menghasilkan film dengan kekuatan artistik dan emosional. Janji Musk untuk menghadirkan adaptasi panjang The Odyssey yang akurat secara historis pun masih harus dibuktikan melalui hasil akhir proyeknya.

Berikut cuplikannya:

BAGIKAN
Add preferred source on Google
Anda harus login untuk memberikan komentar.