Indonesia Janji Kurangi Emisi hingga 1,5 Gigaton CO2 pada 2035

Indonesia Janji Kurangi Emisi hingga 1,5 Gigaton CO2 pada 2035
Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyampaikan pernyataan Indonesia dalam acara Konferensi Perubahan Iklim ke-30 PBB (COP30), di Belém, Brasil, Senin (17/11/2025). Foto: ANTARA/Anita Permata Dewi

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah Indonesia membidik pengurangan emisi terbaru dalam forum tingkat tinggi COP30 di Belém, Brasil. Selain itu, Indonesia juga berencana meningkatkan bauran energi terbarukan dan percepatan teknologi bersih.

Apa Saja Target RI?

Dalam forum National Statement – High Level Segment COP30, pemerintah membeberkan pembaruan komitmen iklim Indonesia yang diperkuat melalui NDC kedua dan target emisi 2035.

  • Indonesia menetapkan target pengurangan emisi sebesar 1,2–1,5 gigaton CO₂ ekuivalen pada 2035.
  • Energi terbarukan ditargetkan mencapai 23% dari bauran energi nasional pada 2030.
  • Pemerintah juga menyiapkan NDC kedua pada Oktober 2025 dan Rencana Adaptasi Nasional pada November 2025.
  • Pengembangan teknologi bersih menjadi salah satu fokus utama.

Untuk memajukan Perjanjian Paris, Indonesia menyerahkan NDC kedua pada Oktober 2025, dan Rencana Adaptasi Nasional pada November 2025. Berdasarkan komitmen yang disempurnakan ini, kami telah menetapkan tingkat emisi 1,2 hingga 1,5 gigaton CO2 ekuivalen pada 2035, meningkatkan energi terbarukan hingga 23 persen dari bauran energi kami pada 2030, dan mengembangkan teknologi bersih.

— Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup RI, di Belém, Brasil, Senin (17/11/2025).

Komitmen Emisi Nol pada 2060

Pemerintah menegaskan kembali arah besar transisi energi nasional, termasuk mandat presiden untuk mencapai net-zero emissions lebih cepat dari target resmi jika memungkinkan.

  • Indonesia berkomitmen mencetak emisi nol bersih pada 2060 atau lebih cepat.
  • Janji tersebut telah ditegaskan oleh Presiden RI dalam Sidang Umum PBB dan KTT Iklim Belém 2025.
  • Dedikasi Indonesia diarahkan pada kontribusi nyata untuk aksi iklim global.

Kami datang ke Belém dengan komitmen yang kuat terhadap Perjanjian Paris dan mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060 atau lebih awal. Janji ini ditegaskan kembali oleh Presiden Indonesia pada Sidang Umum PBB dan Utusan Khusus pada KTT Iklim Belém 2025, menyoroti dedikasi Indonesia terhadap aksi iklim global.

— Hanif menerangkan. 

Program Folu Net Sink

Indonesia juga menyoroti sejumlah instrumen kebijakan untuk mendukung strategi dekarbonisasi, termasuk program sektor kehutanan dan dua regulasi presiden terkait energi dan harga karbon.

  • Program Folu Net Sink 2030 menargetkan pengurangan CO₂ bersih 92–118 juta ton pada 2030.
  • Pemerintah mengandalkan dua regulasi baru:
    • Perpres 109 tentang Konversi Sampah Menjadi Energi.
    • Perpres 110 tentang Penetapan Harga Karbon.
  • Regulasi tersebut menjadi tulang punggung pembiayaan dekarbonisasi dan pengelolaan emisi nasional.

Instrumen-instrumen ini berfungsi sebagai komponen kunci kerangka kerja nasional untuk pembiayaan dekarbonisasi dan pengelolaan emisi gas rumah kaca.

— Hanif menegaskan. 

Ajakan Indonesia

Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi untuk memastikan hasil konferensi mampu menerjemahkan ambisi global ke langkah konkret yang sesuai Perjanjian Paris.

  • Pemerintah mengajak seluruh negara berpartisipasi aktif dalam proses negosiasi COP30.
  • Targetnya adalah menghasilkan kerangka kerja iklim yang inklusif dan berbasis tindakan.

Indonesia mendesak semua pihak untuk terlibat secara konstruktif dan dalam semangat solidaritas guna memastikan COP30 memberikan kerangka kerja inklusif yang mengubah ambisi menjadi tindakan dan memenuhi Perjanjian Paris.

— Hanif menjelaskan. 

(ANT)

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.