Viral Video Macan Tutul Pincang, Polda Jabar Bekuk 5 Terduga Pemburu Liar di Sanggabuana

Viral Video Macan Tutul Pincang, Polda Jabar Bekuk 5 Terduga Pemburu Liar di Sanggabuana
Seekor macan tutul pincang terekam kamera trap di Gunung Sanggabuana, Karawang, akhir Desember 2025, diduga ditembak pemburu. Foto: SCF
Ikhtisar
  • Polda Jawa Barat menangkap lima orang terduga pemburu macan tutul di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana, Karawang.
  • Penangkapan dipicu video viral seekor macan tutul jawa pincang yang diduga akibat perburuan liar.
  • Kelima tersangka kini berada di sel Polres Karawang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

INFORMASI.COM, Jakarta - Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menangkap lima orang terduga pemburu liar di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana, Kabupaten Karawang, Selasa (27/1/2026). Penangkapan ini dilakukan setelah beredar video viral seekor macan tutul jawa berjalan pincang di wilayah itu.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, menjelaskan bahwa kelima terduga pemburu itu adalah mereka yang terekam oleh kamera trap yang dipasang tim konservasi. Penyelidikan terhadap kasus perburuan liar ini kemudian dilakukan oleh kepolisian.

Kita dapat informasinya, terus kita langsung melakukan penyelidikan-penyelidikan. Tadi malam sudah kita amankan lima orang ya, yang ada dalam gambar tersebut dan kita proses.

— Irjen Pol Rudi Setiawan, Kapolda Jabar, di Bandung, Selasa (27/1/2026).

Penangkapan itu menyusul viralnya video macan tutul jawa (Panthera pardus melas) yang terekam berjalan dengan kondisi pincang di kawasan hutan Pegunungan Sanggabuana. Rekaman itu kemudian memicu keprihatinan di media sosial karena satwa langka tersebut diduga menjadi korban aktivitas perburuan liar.

Polisi menyatakan bahwa dalam gambar kamera trap tersebut juga terlihat sejumlah orang yang diduga pemburu liar berjalan bersama anjing pemburu dan bahkan berupaya merusak kamera trap yang dipasang oleh tim konservasi.

Rudi menambahkan bahwa Polda Jabar berkomitmen serius menjaga kelestarian hutan dan ekosistem di wilayah Jawa Barat. Penyidik kini tengah mengumpulkan bukti untuk proses hukum terhadap kelima terduga pemburu tersebut.

Yang penting adalah ke depannya bagaimana ini tetap terlestari, terjaga dan tidak ada lagi yang mengganggu ekosistem hutan, itu yang kita upayakan.

— Rudi menambahkan.

Video viral yang menjadi dasar penyelidikan tersebut berasal dari kamera jebak (kamera trap) yang dipasang oleh Sanggabuana Conservation Foundation (SCF) di bagian timur lereng Gunung Sanggabuana. Selain satwa yang terluka, kamera itu juga merekam jejak manusia yang diduga kuat sebagai pemburu liar.

Kelima terduga pemburu kini menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik kepolisian. Para pelaku terancam dikenai sanksi pidana terkait perburuan satwa dilindungi dan pelanggaran terhadap peraturan lingkungan hidup jika terbukti bersalah dalam proses hukum yang sedang berjalan.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.