- • PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menginisiasi program edukasi lingkungan bertajuk "Little Ocean Guardians" bagi anak-anak di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.
- • Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada awal Oktober 2026 ini berfokus pada pengelolaan sampah sejak dini, teknik penanaman bakau, serta mitigasi abrasi pesisir.
- • Aksi korporasi tersebut merupakan wujud konkret penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor.
INFORMASI.COM, Jakarta - PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mengambil langkah proaktif dalam merawat ekosistem pesisir melalui edukasi pengelolaan sampah yang menyasar kalangan anak-anak usia dini di Pulau Pramuka. Inisiatif sosial ini dirancang untuk membangun kebiasaan pelestarian lingkungan dari lingkup terkecil demi menjaga kelangsungan masa depan wilayah kepulauan.
Program edukasi yang dinamai Little Ocean Guardians tersebut melibatkan para pelajar tingkat taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Dalam pelaksanaannya, anak-anak diajak mengikuti aksi bersih-bersih pantai secara langsung serta diperkenalkan pada korelasi antara kebiasaan hidup sehari-hari dengan kesehatan ekosistem laut.
Selain menerima materi edukasi lingkungan, para peserta cilik turut memperoleh dukungan berupa paket perlengkapan sekolah guna menunjang kegiatan belajar mereka.
Gerakan penyelamatan lingkungan ini merupakan bagian dari agenda besar bertajuk Together for Sustainability 2026 yang dihelat pada tanggal 1 hingga 3 Oktober 2026. Jasindo mengerahkan para pegawainya secara langsung sebagai relawan di lapangan untuk mendampingi masyarakat setempat.
Sebelum terjun ke lokasi, para relawan terlebih dahulu mendapatkan pembekalan teknis mengenai fungsi mangrove, ancaman abrasi, serta teknik penanaman bibit bakau yang dipandu oleh fasilitator Rumah Literasi Hijau.
Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana, menjelaskan bahwa pembentukan karakter peduli lingkungan harus dimulai sejak usia dini agar mengakar kuat dalam jangka panjang.
"Keberlanjutan membutuhkan keterlibatan banyak pihak dan perlu dibangun melalui kebiasaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, kami mengajak masyarakat dan generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan," ujar Brellian di Jakarta, Rabu.
Brellian menambahkan, keikutsertaan pegawai secara langsung di lapangan bertujuan menumbuhkan budaya keberlanjutan secara internal. Perusahaan berkehendak agar prinsip ramah lingkungan tidak berhenti sebagai konsep teoretis belaka, melainkan bertransformasi menjadi kesadaran kolektif serta perilaku nyata.
"Bagi Asuransi Jasindo, keberlanjutan bukan sekadar agenda, tetapi bagian dari cara kami menjalankan peran dan tanggung jawab perusahaan. Melalui Together for Sustainability, kami mendorong Insan Jasindo untuk terlibat langsung dan membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat," tutur Brellian menegaskan.
Pelaksanaan program tersebut juga selaras dengan akselerasi penanganan sampah di kawasan Kepulauan Seribu. Berdasarkan data Suku Dinas Lingkungan Hidup setempat pada September 2026, tingkat capaian pemilahan sampah dari sumber telah menyentuh angka 59 persen dengan sistem pengelolaan yang mencakup 11 pulau berpenduduk.
Upaya pelestarian ini kian masif menyusul langkah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu yang menanam 10.000 bibit bakau di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan pada 5 Oktober 2026 melalui sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan warga.
Lebih lanjut, Brellian menyatakan bahwa rangkaian kegiatan sosial dan lingkungan ini merefleksikan komitmen perseroan dalam mengimplementasikan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG). Jasindo memandang kolaborasi erat antara pegawai, masyarakat, dan pemangku kepentingan sebagai kunci utama dalam menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan.
"Ke depan, semangat tersebut diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai inisiatif yang mendukung lingkungan yang lebih terjaga, masyarakat yang lebih berdaya, serta budaya keberlanjutan yang semakin kuat di lingkungan Asuransi Jasindo," pungkas Brellian.