- Home
- Internasional
- Serangan Israel tak Pandang Bulu, Fasilitas Kesehatan Lebanon Kolaps
Serangan Israel tak Pandang Bulu, Fasilitas Kesehatan Lebanon Kolaps

INFORMASI.COM, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan sedikitnya 72 petugas medis dan pasien telah meninggal akibat serangan-serangan Israel di Lebanon. Pernyataan yang dirilis Rabu (16/10/2024) itu juga menyatakan 43 orang lainnya terluka sejak 17 September.
Setidaknya, WHO mencatat, telah terjadi 23 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Lebanon yang mengorbankan pekerja kesehatan dan pasien. Pernyataan itu juga menyebutkan 100 dari 207 fasilitas kesehatan primer dan apotek telah ditutup di daerah-daerah yang terdampak konflik.
Serangan Israel tercatat merusak rumah sakit, klinik Kesehatan, dan Tim SAR di sejumlah titik di Lebanon sejak bulan lalu. Persediaan di fasilitas-fasilitas kesehatan Lebanon juga mulai menipis dan petugas medis mengalami kelelahan, kata WHO.
Bahkan, angka sebetulnya bisa aja lebih besar dari yang tercatat WHO. Islamic Health Society (IHS), misalnya, mengklaim 85 stafnya telah tewas dan lebih dari 150 lainnya terluka akibat serangan Israel.
Meski fasilitas kesehatan sudah kolaps, Israel terus melancarkan serangan membabi-buta sehingga merusak petugas penyelemat. Salah satu contohnya, serangan Israel pada 7 Oktober menyerang Pusat Darurat Baraachit di wilayah selatan Bint Jbeil yang menewaskan sedikitnya 10 petugas pemadam kebakaran.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan serangan itu membuat sistem penyelamatan di daerah itu diliputi dilema. Di satu sisi petugas yang selamat ingin mengevakuasi teman-temannya yang jadi korban, di sisi lain banyak warga sipil yang mesti diungsikan. Yang mengenaskan, pasukan Israel tidak mengizinkan tim untuk melakukan misi penyelamatan tersebut.
"Setiap kali mereka (petugas) keluar, (serangan Israel) akan mengenai kendaraan mereka," kata Bilal Assaf, kepala hubungan media di IHS Civil Defence.
Jika perang terus berlangsung, bukan tidak mungkin Lebanon mengalami krisis kesehatan. Terlebih, pengungsian massal yang disebabkan oleh serangan Israel di sebagian besar wilayah negara itu kian meningkat.
Bahkan, sekolah-sekolah di Beirut kini difungsikan tempat penampungan warga. Setidaknya, tiap satu sekolah menampung ratusan orang yang melarikan diri dari pemboman Israel di selatan dan pinggiran selatan Beirut.

Banyaknya korban sipil dan kolapsnya fasilitas kesehatan tak membuat Israel menghentikan serangannya. Israel berdalih akan terus memburu Hizbullah hingga kelompok itu lenyap dari Lebanon.
Israel berdalih serangannya di Lebanon adalah untuk menciptakan kondisi agar 60.000 warga Israel yang mengungsi akibat pertempuran di wilayah utara bisa kembali.
Selain menyerang lewat udara, Israel pada 1 Oktober memulai operasi darat terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon selatan. Hizbullah masih terus melawan dan menembakkan roket yang melintasi perbatasan.
Sejak ketegangan meningkat, jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon telah menembus angka 2.300, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. (ANT/Sputnik/Alarabiya)
Komentar (0)
Login to comment on this news