- Home
- Internasional
- Amerika dan Eropa Sambut Gembira Kematian Yahya Sinwar
Amerika dan Eropa Sambut Gembira Kematian Yahya Sinwar

INFORMASI.COM, Jakarta - Kematian Pemimpin Hamas disambut gembira Amerika Serikat dan Eropa. Berbondong-bondong negara-negara sekutu Israel mengucapkan selamat atas kematian Sinwar dalam sebuah serangan di Rafah, Gaza, Kamis (17/10/2024).
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, menunggah kegembiraannya di akun X Potus. "Ini adalah hari yang berbahagia bagi Israel, Amerika Serikat, dan bagi seluruh dunia," kata Biden sesaat setelah Israel mengklaim kematian Sinwar.
Pemimpin Hamas Yahya Sinwar Tewas, Israel KlaimKematian Sinwar, kata Biden, memberikan kesempatan untuk Gaza lepas dari pengaruh Hamas. Terlebih, Biden menganggap Sinwar merupakan hambatan terciptanya gencatan senjata di Gaza.
"Yahya Sinwar merupakan hambatan yang tidak dapat diatasi untuk mencapai semua tujuan tersebut. Hambatan itu sudah tidak ada lagi. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan," kata Biden dalam pernyataan yang dirilis di Twitter.
Hamas leader Yahya Sinwar is dead.
— President Biden (@POTUS) October 17, 2024
This is a good day for Israel, for the United States, and for the world.
Here’s my full statement. pic.twitter.com/cSe1czhd9s
Jerman juga tak mau ketinggalan. Menteri Luar Negeri Annalena Baerbock, dalam sebuah pernyataan, menyebut Sinwar sebagai pembunuh brutal dan seorang teroris.
Karenanya, ia merasa senang dengan kematian Sinwar dan berharap warga Israel yang disandera Hamas segera pulang kepada keluarga masing-masing.
Jerman akan Terus Pasok Senjata untuk Israel Tumpas HamasMenteri Pertahanan Inggris Raya, John Healey,juga menyambut baik kematian Sinwar. Healey mengklaim tidak akan berduka cita atas kabar tersebut lantaran menganggap Sinwar sebagai teroris.
"(Sinwar) tidak hanya memicu hari paling gelap dan paling mematikan bagi orang-orang Yahudi sejak Perang Dunia Kedua, tetapi juga memicu konflik lebih dari setahun dan tingkat korban sipil Palestina yang tidak dapat ditoleransi," katanya seperti dikutip dari Aljazeera.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga menyambut baik kematian Sinwar. Menurutnya, Yahya Sinwar adalah dalang utama di balik serangan 7 Oktober 2023 ke Israel.
"Prancis menuntut pembebasan semua sandera yang masih ditahan oleh Hamas," kata Macron dalam unggahan di akun X.
Ce jour est un tournant, en même temps qu’un succès militaire pour Israël. Cette occasion doit être saisie pour que tous les otages soient libérés et la guerre enfin arrêtée. pic.twitter.com/Et6IVpBDeN
— Emmanuel Macron (@EmmanuelMacron) October 17, 2024
Agustus lalu, Yahya Sinwar terpilih sebagai pemimpin Hamas. Ia menggantikan Ismail Haniyeh yang terbunuh dalam serangan di Teheran, Iran, pada 31 Juli 2024.
Sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, melihat terpilihnya Sinwar sebagai bukti kekuatan gerakan tersebut.
Sebelum dipilih untuk memimpin Hamas, Sinwar terpilih sebagai kepala gerakan di Jalur Gaza pada 2017 dan terpilih kembali pada 2021.
Israel menganggap Sinwar sebagai arsitek dari operasi serangan 7 Oktober tahun lalu. Menurut Israel, melenyapkan Sinwar merupakan salah satu tujuan utama dari perangnya di Gaza saat ini. (X.com/The Times of Israel/Anadolu)
Komentar (0)
Login to comment on this news