- Home
- Internasional
- Perubahan Iklim Perburuk Gejala Alergi Serbuk Sari di Denmark
Perubahan Iklim Perburuk Gejala Alergi Serbuk Sari di Denmark

INFORMASI.COM, Jakarta - Perubahan iklim meningkatkan durasi musim serbuk sari di Denmark. Suhu yang meningkat dan atmosfer yang lebih basah memperburuk gejala alergi serbuk sari.
Dikutip dari Euronews, Kamis (21/11/2024), berdasarkan jurnal ilmiah Atmosphere, jumlah serbuk sari rumput meningkat 19% dan serbuk sari birch 35%. Peningkatan jumlah serbuk sari disebabkan oleh kadar karbon dioksida yang tinggi di atmosfer serta dapat mempercepat dan mengintensifkan proses fotosintesis pada tanaman.
“Serbuk sari ini juga dapat berinteraksi dengan polutan udara dan dapat dipengaruhi oleh badai petir atau cuaca ekstrem lainnya. Hal ini dapat menyebabkan penyakit pernapasan seperti rinitis alergi dan asma,” tulis para peneliti.
Thailand dan Wacana Pindah Ibu Kota Akibat Krisis IklimFenomena serbuk sari ini juga menyebar ke negara lain.
“Kami mulai melihat penyebaran serbuk sari di jerman juga, jadi ini terus bergerak semakin ke utara,” kata Direktur Fungsional Kesiapsiagaan Epidemiologi di Statens Serum Institut (SSI), Tyra Grove Krause.
Grove mengungkapkan perubahan iklim juga menyebabkan peningkatan infeksi dan virus lainnya akibat kondisi yang lebih hangat.
“Nyamuk dan kutu dapat hidup lebih baik dalam cuaca hangat dan lembap, sehingga dapat menularkan berbagai virus eksotis kepada manusia,” kata dia.
Mengenal Climateflation, Inflasi yang Terbentuk Atas Perubahan IklimSelain itu, Grove menjelaskan bahwa peningkatan kejadian cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan banjir telah menyebabkan lebih banyak kematian. Banjir dapat membuat orang terpapar air limbah atau air yang tercemar, yang bisa menyebabkan berbagai macam infeksi.
Dalam kesempatan yang sama, seorang penderita alergi, Mette Lund turut mengomentari perubahan iklim ini. Dia berkata gejala serbuk sari pohon biasanya muncul pada Januari atau Februari. Kini, alergi itu muncul lebih cepat.
“Serbuk sari pohon untuk spesies kayu awal kadang-kadang sudah mulai mengiritasi bahkan saat Natal," kata Lund.
Dia juga harus mengkonsumsi obat setiap hari untuk mengelola alerginya sepanjang tahun.
Komentar (0)
Login to comment on this news