- Home
- Internasional
- Amnesty International Tuding Israel Lakukan Genosida di Gaza
Amnesty International Tuding Israel Lakukan Genosida di Gaza

INFORMASI.COM, JAKARTA - Amnesty internasional (Grup Amnesti International) belum lama ini mengeluarkan laporan investigasi tentang serangan Israel di Gaza, Palestina. Penyelidikan itu menyimpulkan bahwa tindakan Israel di Gaza, Palestina, memenuhi definisi genosida yang tertuang dalam Konvensi Genosida 1948.
Simpulan ini berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Amnesty International selama serangan selama berbulan-bulan dan pernyataan para pejabat Israel.
Israel Akan Ajukan Banding Perintah Penangkapan ICC terhadap Netanyahu dan GallantDikutip dari Al Arabiya, Kamis (5/12/2024), definisi genosida adalah tindakan yang dilakukan dengan maksud menghancurkan secara keseluruhan atau sebagian suatu kelompok nasional, etnis, ras, atau agama.
"Ada genosida yang sedang dilakukan. Tak ada keraguan, tidak ada satu pun keraguan dalam benak kami setelah enam bulan melakukan penelitian mendalam dan terfojus," ujar Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard.
Callamard menegaskan kesimpulan itu tidak diambil secara ringan, politis, dan preferensial.
Dia melanjutkan, Israel dan militernya melakukan 3 dari 5 tindakan yang dilarang oleh Konvensi Genosida 1948, seperti pembunuhan serta perusakan mental dan fisik. Ada 100 pernyataan pejabat Israel yang telah ditinjau oleh lembaga yang berbasis di London, Inggris. Dari sini, Amnesty International menyimpulkan bahwa Israel berniat melakukan genosida.
Kecam Penangkapan terhadap Netanyahu, Biden Sebut ICC Keterlaluan"Pernyataan bahwa perang Israel di Gaza hanya bertujuan membubarkan Hamas dan bukan untuk menghancurkan warga Palestina sebagai kelompok nasional dan etnis, tidak dapat dibuktikan kebenarannya," kata Callamard.
Lembaga kemanusiaan ini mendesak jaksa International Criminal Court (ICC) untuk menyelidiki dugaan genosida.
Sementara itu, belum ada tanggapan dari Israel terkait laporan Amnesty International.
(Penulis: Hanun Rifda Arabella)
Komentar (0)
Login to comment on this news