- Home
- Internasional
- Sejarah Hari Ini: 9 Januari 1493, Columbus Klaim Lihat Putri Duyung
Sejarah Hari Ini: 9 Januari 1493, Columbus Klaim Lihat Putri Duyung

INFORMASI.COM, Jakarta - Pada 9 Januari 1493, hari ini 532 tahun yang lalu, Cristopher Columbus mengeklaim pernah melihat putri duyung. Ini terjadi saat dia sedang berlayar di Laut Karibia, tepatnya di pesisir utara Haiti.
Dikutip dari Creatures of Fantasy: Mermaids, (2013) karya Kathryn Hinds, dikutip Kamis (9/1/2025), Columbus mencatat dia melihat tiga ekor putri duyung yang menyembuk sangat tinggi dari permukaan laut.
“Mereka tidak secantik yang dilukiskan, karena dalam sejumlah wajah mereka justru mirip lelaki,” tulis pria ini.
Makhluk yang tampak di pandangan pelaut Italia itu, tulis Hinds, bukanlah putri duyung. Mereka adalah dugong, mamalia air yang mendiami perairan tropis di Amerika bagian timur dan Afrika Barat.
Sejarah Hari Ini: 8 Januari 1855, Pangeran Diponegoro WafatSalah pengamatan dari pengelana Eropa tidak hanya dialami Columbus. Pelancong dari benua biru lain, Samuel Fallours, juga sempat mengalami kejadian serupa.
Pada 1712, Fallours telah menetap selama enam tahun di Ambon. Dalam buku Samuel Fallours and his ‘Sirene’ fro the Province of Ambon, (1991), karya T.W. Pietsch, pria ini awalnya merupakan serdadu VOC, kemudian beralih sebagai pendeta pembantu untuk Gereja Reformasi Belanda.
Pada tahun terakhir dinasnya itu, seekor putri duyung ditangkap. Makhluk ini, tulis Francois Valentijn dalam Oud en Nieuw Indien, (1724), diperlihatkan pada Gubernur VOC di Ambon dan dimiliki oleh Samuel Fallours.
Mantan serdadu kompeni ini, tulis Valentijn, menyimpan peliharannya di sebuah kolam di rumahnya. Di ruang yang sempit itu, makhluk ini hanya mampu bertahan sampai empat hari dan tujuh jam.
Selama waktu itu, catat Valentijn, sang putri duyung menolak segala makanan yang disodorkan Fallours seperti ikan-ikanan, kerang-kerangan, lumut atau rumput-rumputan. Dilaporkan juga bahwa makhluk langka ini membuat suara yang tidak bisa didengar, kadang ia mencicit seperti tikus.
Fallours sempat melukiskan sendiri wujud dari putri duyung yang sempat dipeliharanya. Lukisan buatan mantan pendeta ini direproduksi dalam buku berjudul Fishes, Crayfish and Crabs yang terbit pada tahun 1719.
Sejarah Hari Ini: 7 Januari 1979, Pol Pot dan Khmer Merah Digulingkan Dari KekuasaanDalam lukisan aslinya, tulis Melissa Maxwell dalam The Little Encyclopedia of Mermaids, (2024), terlihat putri duyung itu memiliki tubuh atas seorang perempuan, tubuh bawah dan ekor layaknya belut raksasa, dan mengenakan sebuah jubah jerami.
Menurut, Pietsch, putri duyung itu sebenarnya adalah dugong. Bahkan, rekan senegara Fallours seperti Georg Rumphius yang juga lama tinggal di Ambon, meragukan deskripsinya.
Hal yang lebih mungkin, catat Maxwell, bahwa Fallours sengaja membuat gambaran fantastis itu untuk menarik minat para pembeli atau pemodal untuk memborong buku-buku yang memuat lukisannya itu.
Menurut para pakar modern, tulis Maxwell, putri duyung dari Ambon itu memang sesungguhnya adalah dugong. Dugong adalah mamalia perairan yang dapat ditemukan di wilayah perairan Indo-Pasifik.
(Penulis: Dhia Oktoriza Sativa)
Komentar (0)
Login to comment on this news