- Home
- Internasional
- Sejarah Hari Ini: Kereta Luncur Pembawa Serum Antidifteri Tiba di Nome, Alaska
Sejarah Hari Ini: Kereta Luncur Pembawa Serum Antidifteri Tiba di Nome, Alaska

INFORMASI.COM, Jakarta - Pada 2 Februari 1925, kereta luncur pembawa serum antidifteri tiba di Nome, Alaska, AS. Obat ini dibawa oleh tim kereta luncur yang dipimpin oleh anjing yang bernama Balto.
Dikutip dari World Crunch dan Cleveland Museum of Natural History, Minggu (2/2/2025), ini berawal dari wabah difteri yang merebak di Nome pada Januari 1925. Saat itu, kota kehabisan stok serum dan sangat memerlukan pengiriman antitoksin untuk mengobati orang dan mencegah wabah yang mematikan.
"Epidemi difteri hampir tidak terelakkan di sini," tulis seorang dokter di Nome melalui telegram radio.
"Saya sangat memerlukan 1 juta unit serum antitoksin," sambung sang dokter.
Sejarah Hari Ini: 1 Februari 2013, Nazma Khan Deklarasikan Hari Hijab SeduniaSalju Tebal, Masalah Pengiriman, dan Kereta Luncur
Pasokan 300 ribu unit serum akhirnya tersedia di Anchorage dan dikirim ke Nenana dengan kereta api. Tapi, pengiriman obat melintasi ratusan mil ke Nome bukanlah hal yang mudah.
Pesawat tidak mampu menghadapi salju tebal dan suhu di bawah nol di Alaska. Perjalanan laut pun juga bukan pilihan yang tepat.
Akhirnya, kereta luncur anjing pun dijadikan opsi karena kasus difteri perlu penanganan yang cepat. Pengiriman serum pun dilakukan secara estafet.
Pengiriman Serum Dimulai

Pada 27 Januari 1925, tim estafet memulai pengiriman serum. Tim pertama dipimpin oleh Wild Bill Shannon yang menempuh jarak 52 mil. Setiap tim membawa serum sejauh 30 mil dengan kecepatan 6-9 mil.
Bagian terpanjang dari estafet itu diselesaikan oleh tim anjing luncur yang dipimpin oleh Togo. Tim yang dipimpin anjing Siberian Husky itu menempuh jarak 150 mil dari Nome.
Sejarah Hari Ini: 31 Januari 1961, Simpanse Pertama Dikirim ke AntariksaEstafet pun terus berlanjut hingga pada akhirnya pada 1 Februari 1925 serum dikirim oleh tim terakhir yang dipandu oleh musher bernama Gunnar Kaasen dan anjing pemimpin, Balto. Tim ini menempuh jarak 53 mil.
Perjalanan Kaasen dan Balto ke titik akhir bukanlah hal yang mudah. Mereka harus menghadapi tumpukan salju tebal, gunung, dan angin kencang. Bahkan, hampir terjatuh ke air sungai yang sangat dingin.
Pada 2 Februari 1925, tim Kaasen berhasil mengantarkan serum antidifteri ke Nome. Serum itu menyelamatkan banyak nyawa orang saat wabah difteri yang merebak di sana.
Tercatat pengiriman serum melibatkan 20 musher dan lebih dari 150 anjing untuk menempuh perjalanan dari Nenana ke Nome. Waktu tempuh para tim ini mencapai 127 jam atau 5,5 hari, jauh lebih cepat daripada perjalanan yang biasanya ditempuh selama sebulan.
Komentar (0)
Login to comment on this news