- Home
- Internasional
- Trump Sebut Warga Palestina Tak Berhak Kembali ke Gaza
Trump Sebut Warga Palestina Tak Berhak Kembali ke Gaza

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyebut warga Palestina tidak berhak kembali ke Gaza. Pernyataan ini menggambarkan usulannya terkait pengembangan real estate di Gaza.
"Saya akan memilikinya," ujar Trump kepada Bret Baier dari Fox News Channel, dikutip dari Al Arabiya, Selasa (12/2/2025).
Ketika ditanya Baier tentang hak warga Palestina bisa kembali ke Gaza, Trump menjawab mereka tidak punya hak untuk kembali ke wilayah tersebut.
Trump Kenakan Tarif Impor 25 Persen untuk Baja dan AluminiumTrump Usul AS Ambil Alih Gaza"Tidak. Mereka tidak akan melakukannya karena akan memiliki perumahan yang jauh lebih baik," kata dia.
"Dengan kata lain, saya berbicara tentang membangun tempat permanen untuk mereka jika harus kembali sekarang, akan bertahun-tahun sebelum kamu bisa. Itu tidak layak huni," kata Trump.
Trump pertama kali mengungkapkan rencana itu dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang berkunjung pada Selasa (11/02/2025). Pernyataan itu menuai kemarahan warga Palestina.

Trump juga menekankan pentingnya memindahkan warga Palestina dari Gaza serta Mesir dan Yordania menerima mereka.
Dalam wawancara bersama Fox, Trump berkata akan membangun komunitas bagi lebih dari dua juta warga Palestina di Gaza.
"Bisa jadi lima, enam, bisa jadi dua. Namun, kita akan membangun komunitas yang aman, sedikit jauh dari tempat mereka berada," kata dia.
Reaksi Keras Dunia soal Trump Ingin AS Ambil Alih Gaza"Sementara itu, saya akan memiliki ini. Anggap saja ini sebagai pengembangan real estate untuk masa depan. Ini akan menjadi sebidang tanah yang indah," kata dia.
Sekadar informasi, Mesir menolak gagasan Trump. Disebutkan bahwa kompromi apa pun akan melanggar hak-hak Palestina. Penolakan itu disampaikan setelah Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelatty, usai bertemu dengan mitranya di Washington, AS.
"Mesir masih dalam keteguhannya, menolak kompromi apa pun, termasuk hak menentukan nasib terhadap dirinya sendiri, tetap tinggal di tanah itu, serta memperoleh kemerdekaan,” berikut bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Mesir.
(Penulis: Hanun Rifda Arabella)
Komentar (0)
Login to comment on this news