INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, mengumumkan peluncuran latihan militer besar-besaran yang melibatkan personel militer dan sipil pada Rabu (8/10/2025).
Peluncuran latihan militer itu ditengarai akibat meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, terutama setelah Washington mengerahkan kapal perang dekat perairan lepas pantai Venezuela.
“ Pada tengah malam tanggal 8 Oktober 2025, sebuah latihan dimulai untuk mempraktikkan aktivasi komprehensif simultan dari semua skenario pertahanan, perlawanan, dan ofensif di zona pertahanan kompleks La Guaira dan Carabobo. ”
— Nicolas Maduro, Presiden Venezuela, melalui Telegram, Rabu (8/10/2025).
Latihan Pertahanan dan Serangan
Latihan ini melibatkan pasukan milisi yang bekerja sama dengan militer reguler di bawah model pelatihan baru.
- •Latihan dirancang untuk meningkatkan kesiapan nasional menghadapi berbagai skenario pertahanan dan ofensif.
- •Rencana nasional juga mencakup penguatan pertahanan teritorial dan mitigasi ancaman eksternal.
“ Latihan ini akan ditingkatkan secara bertahap untuk melindungi perdamaian, kedaulatan, dan masa depan negara. ”
— Maduro berkata.
Ketegangan dengan AS Memuncak
Latihan militer Venezuela terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS, setelah Washington mengerahkan lebih dari 4.000 marinir dan pelaut serta beberapa kapal perang ke perairan Amerika Latin dan Karibia.
- •Tujuan resmi pengerahan ini adalah memerangi kartel narkoba.
- •Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa Presiden AS Donald Trump siap menggunakan operasi militer di Venezuela.
- •Presiden Maduro menuduh AS menggunakan isu kartel narkoba sebagai dalih untuk perubahan rezim dan memperkuat kehadiran militernya di Amerika Latin.
“ Presiden Trump siap menggunakan setiap elemen kekuatan Amerika untuk memerangi perdagangan narkoba. ”
— Karoline Leavitt, Juru Bicara Gedung Putih, pada 19 Agustus 2025.
AS Setop Diplomasi dengan Venezuela
Menurut laporan The New York Times, Senin (6/10/2025), Trump memerintahkan utusannya Richard Grenell untuk menghentikan semua kontak diplomatik dengan Presiden Maduro dan pejabat senior Venezuela.
- •Perintah ini dikeluarkan pada pertemuan dengan para pemimpin militer senior pada 2 Oktober 2025.
- •Upaya diplomatik yang telah berlangsung sejak Februari kini dihentikan.
“ (Trump) semakin frustrasi dengan penolakan Maduro untuk menyerahkan kekuasaan secara sukarela serta terhadap sikap penolakan yang terus-menerus dari para pejabat Venezuela terkait keterlibatan mereka dalam perdagangan narkoba. ”
— Tulis The New York Times, 6 Oktober 2025.
(ANT)