INFORMASI.COM, Jakarta - Sedikitnya delapan orang tewas, tiga terluka, dan dua lainnya hilang ketika badai tropis Fengshen menerjang wilayah utara dan tengah Filipina pada Minggu (17/10/2025). Pemerintah setempat telah menetapkan keadaan darurat di sejumlah kota dan menangguhkan penerbangan serta kegiatan sekolah.
Badai Picu Banjir
Badai Fengshen memicu angin kencang, banjir, dan tanah longsor di beberapa provinsi, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan meluas.
- •Lima orang tewas tertimpa pohon tumbang di Kota Pitogo, Provinsi Quezon.
- •Tiga korban lainnya ditemukan di wilayah Visayas Barat, Filipina bagian tengah.
- •Dua warga dilaporkan hilang akibat tanah longsor di Kota Quezon, Provinsi Bukidnon, Filipina selatan.
“ Operasi pencarian masih berlangsung terhadap dua warga yang hilang di Bukidnon. ”
— Junie Castillo, Juru Bicara Kantor Pertahanan Sipil Filipina, di Manila, Minggu (19/10/2025).
Puluhan Ribu Penduduk Dievakuasi
Pemerintah Filipina mengevakuasi puluhan ribu warga dari wilayah yang berisiko tinggi terdampak banjir dan longsor.
- •Sekitar 30.000 orang terdampak langsung oleh badai tersebut.
- •20.000 hingga 22.000 warga di antaranya telah mengungsi ke tempat penampungan sementara.
- •Pemerintah mendeklarasikan keadaan darurat di sejumlah kota di wilayah utara dan tengah.
“ Sekitar 22.000 penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka. ”
— Tulis Rappler, media lokal, Minggu (17/10).
Status Darurat
Akibat badai, penerbangan domestik dibatalkan, sekolah ditutup, dan aktivitas publik dibatasi.
Pointer:
- •Keadaan darurat diberlakukan di beberapa wilayah Quezon, Samar, dan Leyte.
- •Bandara lokal di wilayah tengah menangguhkan penerbangan untuk sementara waktu.
- •Pemerintah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk mencegah jatuhnya korban tambahan.
Kekuatan dan Jalur Badai
Badai tropis Fengshen, yang disebut “Ramil” oleh warga setempat, melintasi Teluk Manila dengan kekuatan sedang namun berdampak luas.
- •Terdeteksi di Teluk Manila pada tengah hari dengan kecepatan angin 65 km per jam.
- •Diperkirakan meninggalkan Filipina pada Senin pagi (18/10).
- •Menyebabkan banjir dan longsor di wilayah tengah serta selatan negara itu.
Filipina: Negara Rentan Badai
Sebagai negara kepulauan di Pasifik, Filipina termasuk wilayah paling rawan badai tropis di dunia.
- •Rata-rata 20 topan melanda daratan Filipina setiap tahun.
- •Sebagian besar menimbulkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa.
- •Pemerintah memperkuat sistem peringatan dini dan evakuasi cepat sebagai langkah mitigasi.
(Rappler/CNA)