Putin: Rusia Sukses Uji Drone Torpedo Nuklir Poseidon

Putin: Rusia Sukses Uji Drone Torpedo Nuklir Poseidon
Ilustrasi Poseidon, drone air bertenaga nuklir milik Rusia.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan negaranya telah berhasil menguji pesawat tanpa awak (drone) torpedo bawah air bertenaga nuklir, Poseidon. Uji coba ini merupakan yang pertama kalinya untuk mengetes drone bertenaga nuklir itu.

Hal itu dikatakan Putin saat menemui tentara yang terluka di Rumah Sakit Mandryka, Moskow, Rabu (29/10/2025).

Poseidon merupakan drone torpedo bawah laut berdaya nuklir yang diklaim memiliki kemampuan manuver ekstrem dan daya jelajah tak terbatas.

Sistem senjata ini digadang-gadang sebagai langkah besar berikutnya dalam kemampuan militer Rusia.

Untuk pertama kalinya, peluncuran mesin bertenaga nuklir untuk sistem drone torpedo bawah air berhasil dilakukan. Uji coba itu sukses besar.

— Vladimir Putin, Presiden Rusia, di Rumah Sakit Mandryka, Moskow, Rabu (29/10/2025).

Tak Ada Lawan di Laut Dalam

Putin menegaskan bahwa Poseidon mustahil untuk dicegat oleh sistem pertahanan mana pun karena kecepatan dan kedalamannya yang luar biasa.

  • Poseidon disebut tak tertandingi dalam sejarah sistem senjata bawah laut.
  • Rusia mengklaim tidak ada negara lain yang memiliki teknologi sebanding untuk melacak atau mencegat drone jenis ini.

Dalam hal kecepatan dan kedalaman, tidak ada bandingannya di dunia. Tidak ada yang seperti ini dalam hal kecepatan dan kedalaman pergerakan kendaraan tak berawak ini di dunia, dan sepertinya tidak akan ada metode intersepsi dalam waktu dekat.

— Putin mengungkapkan.

Lebih Kuat dari Rudal Sarmat

Dalam penjelasannya, Putin membandingkan daya hancur Poseidon dengan rudal balistik antarbenua (ICBM) Sarmat yang selama ini digadang sebagai senjata nuklir paling kuat milik Rusia.

  • Ia menyebut kekuatan Poseidon “jauh melampaui” Sarmat.
  • Rudal Sarmat sendiri belum sepenuhnya dioperasikan oleh militer Rusia, namun segera akan digunakan.

Kekuatan Poseidon jauh melampaui kekuatan rudal jarak antarbenua Sarmat kita yang paling menjanjikan. Belum ada Sarmat di dunia, dan rudal itu belum digunakan, di sini (Sarmat) akan segera digunakan.

— Putin menuturkan.

Reaktor Nuklir Mini dalam Drone

Putin juga menggambarkan ukuran sistem nuklir dalam Poseidon sebagai sangat kecil, hanya sebagian kecil dari reaktor di kapal selam konvensional.

  • Miniaturisasi reaktor disebut sebagai capaian besar dalam teknologi nuklir Rusia.
  • Ukuran yang ringkas memungkinkan Poseidon beroperasi jauh lebih efisien dan cepat di kedalaman laut.

Ukuran sistemnya minimal, seratus kali lebih kecil daripada reaktor nuklir di kapal selam.

— Putin mengklaim.

Siap Lanjutkan Inovasi Militer

Putin menegaskan, Rusia akan terus mengembangkan sistem persenjataan baru untuk meminimalkan korban manusia di medan perang.

  • Fokus pengembangan diarahkan pada teknologi tanpa awak dan otomatisasi tempur.
  • Pemerintah Rusia juga disebut meningkatkan investasi pada riset militer strategis.
BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.