Kazakhstan akan Normalisasi Hubungan dengan Israel

Kazakhstan akan Normalisasi Hubungan dengan Israel
Presiden AS, Donald Trump, bersalaman dengan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev.

INFORMASI.COM, Jakarta - Kazakhstan dikabarkan akan segera bergabung dalam Abraham Accords, perjanjian yang menormalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan sejumlah negara Muslim.

Kabar tersebut muncul setelah Steve Witkoff, utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengisyaratkan akan ada satu negara lagi yang menandatangani kesepakatan itu.

Witkoff menolak menyebut nama negara yang dimaksud, hanya mengatakan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan Kamis malam waktu Washington.

Ada satu negara lagi yang akan ikut dalam perjanjian tersebut.

— Steve Witkoff, utusan khusus Presiden AS Donald Trump, kepada media di Washington, Kamis (6/11/2025).

Media Axios, mengutip pejabat AS yang identitasnya enggan disebutkan, memastikan bahwa negara tersebut yakni Kazakhstan.

Apalagi, di saat bersamaan, Presiden Donald Trump menjamu lima pemimpin negara Asia Tengah yakni Kazakhstan, Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Kyrgyzstan, di Gedung Putih, Washington, Kamis.

Pejabat AS itu mengatakan bahwa langkah ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali momentum normalisasi hubungan.

Ia menegaskan bahwa bergabungnya Kazakhstan akan memperkuat posisi Abraham Accords sebagai platform regional untuk perdamaian dan kerja sama di Timur Tengah.

Ini akan menunjukkan bahwa Abraham Accords adalah forum yang diminati banyak negara untuk bergabung, dan akan menjadi upaya untuk mengakhiri perang di Gaza serta langkah menuju perdamaian dan kerja sama yang lebih luas di kawasan.

— Pejabat AS anonim itu kepada Axios, dikutip Jumat (7/11/2025).

Meski disebut akan bergabung dengan Abraham Accords, Kazakhstan sebenarnya telah memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel sejak 1992.

Abraham Accords merupakan kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara Muslim yang dimulai pada masa jabatan pertama Trump sebagai Presiden AS.

Hingga kini, empat negara telah menandatangani perjanjian itu: Bahrain, Maroko, Sudan, dan Uni Emirat Arab. Kazakhstan akan menjadi negara Muslim kelima yang secara resmi bergabung.

(Axios)

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.