INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat di bawah Menteri Luar Negeri, Marco Rubio, mengeluarkan arahan baru terkait pemberian visa.
Seluruh perwakilan diplomatik AS di luar negeri diminta agar memperhitungkan berbagai kondisi kesehatan, termasuk obesitas, diabetes, hingga kanker, sebagai dasar penolakan visa.
The Washington Post melaporkan arahan tersebut bersumber dari kawat Departemen Luar Negeri bertanggal 6 November. Regulasi baru diperkirakan memperketat proses pemeriksaan pemohon visa di seluruh konsulat dan kedutaan AS.
“ Sejumlah kondisi medis, termasuk, tetapi tidak terbatas pada, penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan, kanker, diabetes, penyakit metabolik, penyakit neurologis, dan kondisi kesehatan mental bisa membutuhkan biaya perawatan ratusan ribu dolar. ”
— Isi pernyataan Departemen Luar Negeri AS yang dikutip The Washington Post, yang dikutip Jumat (14/11/2025).
Aturan ini, kata Kemenlu AS, berlandaskan prinsip public charge yang memungkinkan penolakan visa atau green card bagi pemohon yang dinilai berpotensi menjadi beban negara.
“ Anda (perwakilan diplomatik AS) harus mempertimbangkan kesehatan pemohon. ”
— Pernyataan Kemenlu AS.
Pertimbangan Lain
Surat yang sama juga meminta petugas memasukkan faktor-faktor sosial-demografis dalam evaluasi pemohon visa.
- •Usia pemohon yang berada di atas masa pensiun dapat menjadi alasan ketidaklayakan.
- •Jumlah tanggungan, baik anak-anak maupun lansia, juga ditetapkan sebagai faktor penilaian.
Pemerintah AS Benarkan Isu Itu
Munculnya laporan tersebut mendorong tanggapan resmi dari pejabat Departemen Luar Negeri.
- •Wakil juru bicara Kemlu AS menyatakan kebijakan imigrasi Trump bertujuan melindungi kepentingan publik.
- •Mereka menilai kebijakan tersebut sejalan dengan prioritas nasional.
- •Pemerintahan Trump berpegang pada prinsip America First dalam pengaturan imigrasi dan keamanan perbatasan.
“ Bukan rahasia lagi bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump "mengutamakan kepentingan rakyat Amerika. Hal ini termasuk menegakkan kebijakan yang memastikan sistem imigrasi kami tidak menjadi beban bagi pembayar pajak Amerika. ”
— Tommy Pigott, Wakil Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS.
(Washington Post)