INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, secara resmi menerima rancangan baru yang disampaikan Amerika Serikat untuk mengaktifkan kembali jalur diplomasi antara Kyiv dan Moskow yang telah lama buntu.
- •Perwakilan Ukraina menyebut Presiden Zelensky menerima draf rencana dari pihak AS.
- •Kyiv menilai proposal itu berpotensi mendorong kembali dinamika diplomasi.
- •Zelensky menyampaikan prinsip dasar Ukraina dan sepakat menindaklanjuti poin-poin rencana sesuai hasil pertemuan di hari yang sama.
- •Tidak ada detail tambahan yang dipublikasikan terkait isi pertemuan.
“ Presiden Ukraina secara resmi menerima draf rencana dari pihak Amerika, yang menurut mereka dapat mempercepat diplomasi. ”
— Pernyataan Kantor Kepresidenan Ukraina melalui Telegram, Kamis (20/11/2025) waktu setempat.
Dukungan Kyiv pada Inisiatif Trump
Beberapa jam sebelum pernyataan resmi dirilis, media Ukraina melaporkan Zelensky bertemu delegasi Angkatan Darat AS yang dipimpin Sekretaris Angkatan Darat Dan Driscoll di Kyiv.
- •Zelensky kemudian mengonfirmasi pertemuan tersebut melalui pernyataannya di platform X.
- •Driscoll tiba di Kyiv pada Rabu.
- •Driscoll menggelar pertemuan dengan Menteri Pertahanan Denys Shmyhal.
- •Ia juga bertemu Perdana Menteri Yulia Svyrydenko pada Kamis.
- •Ukraina pun menegaskan siap bekerja sama dengan Washington serta mitra di Eropa dan dunia.
- •Zelensky dijadwalkan membahas “peluang diplomatik” dan “poin utama yang diperlukan untuk perdamaian” bersama Trump dalam beberapa hari ke depan.
Rencana 28 Poin AS dan Rusia
Pernyataan kantor presiden muncul dua hari setelah laporan Axios menyebut Washington dan Moskow tengah menyusun rencana 28 poin untuk penghentian perang. Sayangnya, rincian penuh belum dipublikasikan.
- •Financial Times melaporkan rencana tersebut mencakup dorongan agar Kyiv menyerahkan sisa wilayah Donbas dan memangkas setengah kekuatan militernya.
- •Pejabat senior AS mengonfirmasi kepada Anadolu bahwa Utusan Khusus Steve Witkoff menyusun proposal tersebut dalam satu bulan terakhir.
- •Proposal itu menerima masukan dari pihak Ukraina dan Rusia.
Sikap Kremlin
Kremlin menyatakan tidak memiliki komentar tambahan mengenai rencana tersebut. Rusia hanya berpegang pada apa yang telah dibahas Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT Alaska pada Agustus.
Kendati demikian, Kremlin menyebut kontak Rusia dan AS tetap berlangsung. Namun, tidak ada proses konsultasi penuh mengenai persoalan Ukraina.
“ Moskow tidak memiliki tambahan komentar selain yang dibahas Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT di Alaska pada Agustus. ”
— Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, melalui keterangan kepada media.