- • Hamas secara resmi mengonfirmasi tewasnya juru bicara militernya, Abu Ubaida, setelah berbulan-bulan muncul klaim sebelumnya dari pihak Israel.
- • Selain Abu Ubaida, lima komandan senior sayap bersenjata Hamas juga dinyatakan gugur, termasuk Mohammed Sinwar dan Mohammed Shabana.
- • Pernyataan ini muncul di tengah upaya diplomatik internasional meredakan dua tahun konflik di Jalur Gaza yang telah memakan puluhan ribu korban.
INFORMASI.COM, Jakarta - Sayap bersenjata Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam, pada Senin (29/12) mengumumkan kematian sejumlah tokoh militer seniornya dalam perang yang telah berlangsung selama dua tahun di Jalur Gaza. Pernyataan ini melengkapi sejumlah klaim sebelumnya dari pihak Israel terkait beberapa figur penting Hamas yang tewas dalam konflik tersebut.
Dalam rekaman yang dipublikasikan pada Senin (29/12/2025), Brigade Izzuddin al-Qassam menyampaikan duka atas wafatnya Abu Ubaida, yang nama aslinya disebut sebagai Hudhayfah Abdullah al-Kahlout.
Selain Abu Ubaida, media juga melaporkan jajaran komandan lain yang disebut telah tewas dalam pernyataan Hamas. Di antaranya:
- •Mohammed Sinwar, yang disebut sebagai kepala staf Brigade Izzuddin al-Qassam dan pemimpin setelah komandan lama Mohammed Deif.
- •Mohammed Shabana, Komandan Brigade Rafah.
- •Hakam al-Issa, tokoh yang disebut memegang peran kepemimpinan di berbagai tingkatan militer.
- •Raed Saad, kepala divisi manufaktur dan mantan kepala operasi Brigade al-Qassam.
“ Kami berhenti sejenak dengan penuh penghormatan di hadapan … sosok bertopeng yang dicintai jutaan orang … komandan besar yang gugur dan juru bicara Brigade al-Qassam, Abu Ubaida. ”
— Pernyataan video Hamas yang diumumkan pada Senin (29/12), seperti dikutip media The National.
Sebelumnya, Israel menyatakan telah menargetkan dan membunuh Abu Ubaida pada Agustus lalu dalam sebuah serangan udara, namun Hamas baru secara resmi mengonfirmasi kematiannya pada akhir Desember ini.
Media internasional menyebutkan bahwa konfirmasi oleh Hamas atas kematian Abu Ubaida dan Mohammed Sinwar merupakan pengakuan kelompok itu terhadap klaim yang sebelumnya dikeluarkan oleh militer Israel terkait figur-figur tersebut.
Konfirmasi resmi dari Hamas ini terjadi di tengah upaya diplomatik internasional untuk menstabilkan gencatan senjata, termasuk pembicaraan antara Presiden AS dan pihak Israel terkait rencana perdamaian lanjutan.
Menurut data yang dirangkum sejumlah media, konflik yang bermula sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan eskalasi militer berikutnya telah mengakibatkan puluhan ribu korban jiwa di Jalur Gaza, terutama di kalangan warga sipil.