Korea Utara Uji Rudal Hipersonik, Kim Jong Un: Krisis Geopolitik Makin Rumit

Korea Utara Uji Rudal Hipersonik, Kim Jong Un: Krisis Geopolitik Makin Rumit
Kim Jong Un bersama petinggi militer Korea Utara dan senjata rudal balistik. Foto: KCNA
Ikhtisar
  • Korea Utara menggelar uji peluncuran rudal hipersonik dengan jarak sasaran sekitar 1.000 kilometer.
  • Kim Jong Un menyatakan uji coba dilakukan karena krisis geopolitik terkini dan situasi internasional yang dinilai rumit.
  • Uji coba diklaim menegaskan kesiapan kekuatan nuklir dan pertahanan nasional Korea Utara.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menyatakan bahwa keputusan Pyongyang menggelar uji peluncuran rudal terbaru dilatarbelakangi alasan mendesak terkait dinamika geopolitik global.

Pernyataan itu disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan internasional dalam beberapa hari terakhir, terutama usai Amerika Serikat menyerang Venezuela dan menangkap Nicolas Maduro beserta istrinya, Cicilia Flores.

Menurut laporan kantor berita resmi Korea Utara, KCNA, Minggu (4/1/2026), Korea Utara meluncurkan sebuah rudal hipersonik dari Distrik Ryokpho, Pyongyang. Rudal tersebut ditembakkan ke arah timur laut, atau ke arah posisi Jepang, dan mencapai sasaran yang berjarak sekitar 1.000 kilometer.

Kim Jong Un menegaskan bahwa uji coba tersebut memiliki makna strategis bagi pertahanan nasional Korea Utara.

Uji coba ini mengonfirmasi bahwa sebuah tugas teknologi yang sangat penting untuk pertahanan nasional telah dilaksanakan. Uji coba ini memperlihatkan kesiapan angkatan nuklir Republik Rakyat Demokratik Korea.

— Kim Jong Un, Presiden Korea Utara, sebagaimana dikutip KCNA, Senin (6/1/2026).

Kim Jong Un juga menyinggung capaian terbaru dalam pengembangan kekuatan nuklir negaranya. Selain itu, Kim menekankan perlunya pembaruan berkelanjutan pada sistem persenjataan Korea Utara.

Capaian penting telah diraih baru-baru ini dalam menempatkan kekuatan nuklir kita pada landasan praktis dan mempersiapkannya untuk perang yang nyata. Korea Utara harus memperbarui alutsista militernya, khususnya perangkat militer ofensif, secara terus menerus.

— Kim Jong Un menerangkan.

Dalam pernyataan yang sama, Kim Jong Un menyebut tujuan utama dari pengembangan senjata untuk menempatkan pencegahan perang nuklir. Ia juga menambahkan bahwa latar belakang kebijakan tersebut berkaitan langsung dengan kondisi global terkini.

Alasan kenapa hal ini diperlukan sudah terlihat dari krisis geopolitik baru-baru ini dan peristiwa internasional yang rumit.

— Kim Jong Un berujar.

Berdasarkan data yang telah diumumkan otoritas Korea Utara, rudal yang baru saja diuji merupakan jenis hipersonik yang bisa mencapai sasaran tembak hingga 1.000 kilometer.

Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir secara konsisten melaporkan pengembangan sistem senjata strategisnya, termasuk rudal balistik dan hipersonik. Mereka mengklaim pengembangan sistem senjatanya sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan nasional di tengah ketegangan internasional yang berlanjut.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.