Donald Trump Klaim Pemimpin Iran Minta Negosiasi, Ah Masa Sih?

Donald Trump Klaim Pemimpin Iran Minta Negosiasi, Ah Masa Sih?
Ilustrasi

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim telah dihubungi pemimpin Iran. Trump mengaku para pemimpin Iran minta bernegosiasi terkait ancaman serangan untuk membantu pengunjuk rasa di Iran.

Trump menilai permintaan negosiasi itu merupakan buah ancamannya berulang kali, terutama opsi intervensi militer karena menuduh Iran telah membunuh para demonstran.

Para pemimpin Iran menelepon kemarin, pertemuan sedang diatur. Mereka ingin bernegosiasi. Kita mungkin harus bertindak sebelum pertemuan.

— Donald Trump, dalam pesawat kepresidenan Air Force One, Minggu (11/1/2026).

Belum ada komentar dari Iran terkait klaim Donald Trump yang menyebut Teheran minta negosiasi. Bisa saja klaim Donald Trump merupakan pepesan kosong lantaran sebelumnya Iran sudah menegaskan bahwa kerusuhan di Iran merupakan ulah AS.

Iran menuding Amerika Serikat sebagai dalam unjuk rasa berujung kerusuhan yang terjadi di sejumlah kota di Iran. Terlebih, AS terus-terusan menghasut para demonstran dan dinilai ikut campur dalam penanganan demonstrasi.

Hal itu diungkapkan Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran, baru-baru ini. Berdasarkan laporan Pars Today yang diakses Senin (12/1/2026), pemerintah Iran menyebut ucapan Presiden AS Donald Trump maupun pejabat lainnya menjadi bukti lanjutan sikap permusuhan Washington yang sengaja memanaskan situasi di Iran.

Selain itu, Parlemen Iran juga merespons keras pernyataan Donald Trump yang menyebut akan membuka opsi serangan ke Iran. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan AS dan Israel jika menyerang Iran.

Pernyataan keras disampaikan Ghalibaf dalam sidang parlemen di Teheran, Minggu (11/1). Iran, kata Ghalibaf, tidak akan segan-segan menyerang Israel dan pangkalan militer AS yang jadi sasaran sah jika Trump menitahkan penyerangan ke Iran.

Matilah Amerika!

— Mohammad Bagher Ghalibaf, anggota parlemen Iran, Minggu (11/1/2026).

Sebelumnya, Ayatullah Ali Khamenei juga telah tegas tidak akan mundur dari penindakan terhadap perusuh yang menyebabkan kekacauan di Iran.

Iran tidak akan mentolerir kolaborator asing. Ada beberapa perusuh yang ingin menyenangkan presiden Amerika dengan merusak properti publik.

— Khamenei dalam akun X resmi miliknya, Sabtu.

Khamenei juga meminta agar Trump fokus pada negaranya sendiri, bukan malah mencampuri urusan negara lain.

Trump fokus saja pada negaranya sendiri. Kecelakaan sedang terjadi di sana. Iran teguh pendirian dan tidak akan mundur.

— Khamenei menambahkan.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.