Trump Undang Putin Gabung “Dewan Perdamaian”

Trump Undang Putin Gabung “Dewan Perdamaian”
Foto: Istimewa
Ikhtisar
  • Presiden Rusia Vladimir Putin diundang bergabung dalam “dewan perdamaian” bentukan Presiden AS Donald Trump.
  • Dewan tersebut diklaim bertujuan menyelesaikan konflik global dan mengawasi tata kelola serta rekonstruksi Gaza.
  • Undangan muncul di tengah perang Ukraina yang belum berakhir dan kritik terhadap rencana tata kelola Gaza versi Trump.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Rusia Vladimir Putin menerima undangan untuk bergabung dalam “dewan perdamaian” yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dewan tersebut diklaim bertujuan menyelesaikan berbagai konflik global, termasuk mengawasi tata kelola dan rekonstruksi Gaza.

Undangan tersebut mencuat pada Senin, di tengah berlanjutnya perang Rusia–Ukraina yang telah memasuki hampir tahun keempat dan belum menemukan kesepakatan damai. Sebelumnya, Trump menyatakan komitmennya untuk mengakhiri perang tersebut, yang pernah ia klaim dapat dihentikan dalam waktu 24 jam setelah menjabat.

Kremlin Konfirmasi Undangan dari Gedung Putih

Gedung Putih dilaporkan telah menghubungi sejumlah tokoh dunia untuk duduk dalam “dewan perdamaian” tersebut, yang akan diketuai langsung oleh Donald Trump.

Presiden Putin juga menerima undangan untuk bergabung dengan dewan perdamaian ini.

— Dmitry Peskov, Juru Bicara Kremlin, Senin (19/1/2026).

Peskov menambahkan bahwa Rusia masih berupaya “mengklarifikasi semua nuansa” dari tawaran tersebut dengan pihak Washington, tanpa menyebutkan apakah Putin berminat untuk bergabung.

Selain Putin, Presiden Belarus Alexander Lukashenko, sekutu dekat Rusia, juga dilaporkan menerima undangan dari Trump untuk bergabung dalam forum yang sama.

Konteks Diplomasi Rusia di Tengah Perang

Selama bertahun-tahun, Moskow berupaya menyeimbangkan hubungan dengan seluruh aktor utama di Timur Tengah, termasuk Israel dan Palestina. Namun, sejak dimulainya perang Israel di Gaza yang telah berlangsung lebih dari dua tahun serta invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, sikap Moskow terhadap Israel mengalami perubahan.

Rusia tercatat mempererat hubungan dengan negara-negara yang berseberangan dengan Israel, termasuk Iran, serta meningkatkan pendekatan diplomatik dengan negara-negara Teluk Arab di tengah meningkatnya isolasi dari Barat.

Vladimir Putin sebelumnya menyampaikan apresiasi terhadap upaya Donald Trump dalam menyelesaikan konflik global. Dalam pernyataannya pada Oktober lalu, Putin menilai Trump aktif menangani krisis yang telah berlangsung lama.

Dia benar-benar melakukan banyak hal untuk menyelesaikan krisis-krisis kompleks ini, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.

— Putin mengatakan.

Merujuk pada situasi di Timur Tengah, Putin juga menyatakan, “Jika kita berhasil mencapai semua yang Donald upayakan, … itu akan menjadi peristiwa bersejarah.”

Sikap Rusia terhadap Perang Gaza

Perang di Ukraina dan konflik di Gaza turut menekan hubungan Rusia dengan Israel, yang selama ini dikenal memiliki komunitas besar warga keturunan Rusia. Kremlin secara berulang mengkritik operasi militer Israel di Gaza dan menyerukan penahanan diri.

Dalam pertemuan dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas pada Mei lalu, Putin menyoroti kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Jalur Gaza sedang mengalami bencana kemanusiaan dalam arti kata yang sepenuhnya. Rusia, sebagai sahabat rakyat Palestina, berupaya memberikan bantuan secara rutin.

— Putin, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti.

Struktur “Dewan Perdamaian”

“Dewan perdamaian” bentukan Trump dirancang sebagai struktur pemerintahan tiga tingkat yang melibatkan perwakilan dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara Arab. Dewan ini disebut akan menjalankan rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang Israel di Gaza.

Namun, sejumlah pakar mengkritik rancangan tersebut karena menempatkan Trump, pejabat pro-Israel seperti Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, serta tokoh kontroversial di kawasan seperti mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di tingkat teratas. Sementara itu, perwakilan Palestina ditempatkan di tingkat ketiga dengan tugas-tugas bersifat municipal.

Kritik tersebut menilai struktur ini berpotensi meminggirkan peran politik Palestina dan mendorong model tata kelola yang terkomersialisasi serta bersifat “neokolonial”.

Undangan terhadap Putin menambah dimensi geopolitik baru dalam inisiatif Trump, di tengah konflik global yang masih berlangsung dan dinamika hubungan internasional yang kian kompleks.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.