Partai Komunis Vietnam Targetkan Pertumbuhan Ekonomi di Atas 10 Persen, Caranya Sikat Koruptor

Partai Komunis Vietnam Targetkan Pertumbuhan Ekonomi di Atas 10 Persen, Caranya Sikat Koruptor
To Lam, Sekjen Partai Komunis Vietnam, berpidato dalam Kongres PKV di Hanoi, pekan lalu.
Ikhtisar
  • Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan di atas 10 persen hingga 2030.
  • Menurut Sekjen Partai Komunis Vietnam, To Lam, untuk mencapai itu ia berjanji akan memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya.
  • Target di atas 10 persen dicanangkan setelah kinerja ekonomi Vietnam sepanjang 2025 mampu mencapai 8 persen, tertinggi di ASEAN, bahkan Asia.

INFORMASI.COM, Jakarta - Partai Komunis Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan menjadi lebih dari 10 persen hingga tahun 2030. Untuk mencapai target itu, Sekjen Partai Komunis Vietnam, To Lam, menyatakan salah satu caranya yakni memerangi korupsi hingga ke akar-akarnya.

Komitmen tersebut disampaikan Pemimpin Tertinggi di Vietnam itu saat berpidato di hadapan para kader dalam Kongres Partai Komunis Vietnam, pekan lalu.

Kongres itu digelar lima tahun sekali untuk menetapkan arah politik serta target ekonomi Vietnam.

Kongres itu berlangsung lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Bagi PKV, ini menunjukkan tidak adanya perpecahan di internal partai terkait posisi kepemimpinan. Pada hari terakhir kongres di Hanoi, Jumat (23/01), para delegasi PKV kembali memilih To Lam sebagai Sekjen PKV untuk 5 tahun mendatang. 

Sebelumnya, dalam pidato pada Selasa (20/1/2026), To Lam menegaskan bahwa semua pelanggaran atau tindakan korupsi harus disikat. Selain memberantas korupsi, To Lam ingin PKV mempertimbangkan menaikkan peran sektor swasta dalam perekonomian Vietnam.

Bertekad untuk melawan korupsi, dengan mempertimbangkan bahwa sektor swasta merupakan pilar penting perekonomian.

— To Lam, Sekjen PKV, Selasa

Thumbnail Vietnam Bidik Nilai Perdagangan dengan Indonesia Naik Jadi Rp294 Triliun
i

Baca Juga

Vietnam Bidik Nilai Perdagangan dengan Indonesia Naik Jadi Rp294 Triliun

Ekonomi

To Lam juga mendorong partai untuk melakukan reformasi administrasi serta mengatasi pemborosan dalam menjalankan pemerintahan.

Media pemerintah Viet Nam News melaporkan bahwa dokumen partai yang dipresentasikan dalam kongres menyerukan penegakan hukum secara ketat.

(Guna) mengatasi masalah kronis di mana hukumnya sudah baik tetapi pelaksanaannya sulit, serta 'banyak bicara, sedikit tindakan' yang telah menggerus kepercayaan publik dan memboroskan sumber daya nasional.

— Pernyataan PKV dalam dokumen yang dkutip Viet Nam News.

Pria berusia 68 tahun itu menyatakan bahwa Vietnam perlu memangkas birokrasi yang berbelit dan memperluas perdagangan global guna melindungi kemerdekaan serta kepentingan nasional negara tersebut.

To Lam juga berjanji akan menggeser ekonomi Vietnam dari manufaktur berbiaya rendah menuju inovasi dan efisiensi agar menjadi negara berpendapatan menengah-atas pada 2030.

Infrastruktur harus dikembangkan untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dan memastikan konektivitas regional, antarwilayah, dan global yang kuat.

— To Lam mengatakan.

Thumbnail VinFast Mobil Listrik Vietnam Bangun Pabrik di Subang
i

Baca Juga

VinFast Mobil Listrik Vietnam Bangun Pabrik di Subang

Ekonomi

Ekonomi Vietnam Tumbuh 8 Persen pada 2025

Target ambisius tersebut muncul setelah Vietnam mencatatkan pertumbuhan produk domestik bruto sebesar 8 persen pada 2025. Berdasarkan laporan investor bulanan VietNam Holding Limited, pemerintah Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 10 persen pada 2026.

Capaian pertumbuhan 8 persen pada 2025 tercatat sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara, melampaui Indonesia di sekitar 5 persen, Thailand 2,4 persen, Filipina 6,1 persen, serta ekonomi besar seperti Amerika Serikat 2,5 persen dan China 5 persen.

Vietnam juga menunjukkan ketahanan ekonomi di tengah ketegangan perdagangan pada awal 2025, ketika negara tersebut menghadapi ancaman tarif sebesar 46 persen atas barang ekspornya. Pemerintah Vietnam berhasil menurunkan tarif tersebut menjadi 20 persen pada Juli, sambil tetap menjaga arus investasi asing langsung dan momentum sektor manufaktur.

Thumbnail AS dan Vietnam Sepakati Tarif Baru, Hindari Perang Dagang
i

Baca Juga

AS dan Vietnam Sepakati Tarif Baru, Hindari Perang Dagang

Internasional

Indikator ekonomi pada Desember menunjukkan penguatan lanjutan. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index) tercatat di level 53, lebih tinggi dibandingkan sebagian besar negara maju dan berkembang.

Ekspor Vietnam meningkat 17 persen sepanjang tahun, sementara investasi asing langsung mencapai titik tertinggi dalam lima tahun sebesar 27,6 miliar dolar AS. Investasi publik tercatat sebesar 30,5 miliar dolar AS atau 83,7 persen dari target pemerintah.

Indeks saham VN-Index menutup 2025 di sekitar level tertinggi sepanjang masa, meski kenaikan terutama didorong oleh perusahaan-perusahaan besar.

Sektor perbankan Vietnam juga menunjukkan kinerja kuat dengan pertumbuhan kredit sistem perbankan mencapai 19 persen pada 2025. Pertumbuhan kredit diperkirakan akan melambat menjadi 15 persen pada 2026.

Di sektor manufaktur, Vietnam masih berada dalam fase ekspansi dengan inflasi yang relatif terkendali di level 3,3 persen. Selain itu, rencana reklasifikasi FTSE yang dijadwalkan pada 21 September 2026 diperkirakan akan membawa arus modal baru dan memperbaiki infrastruktur pasar keuangan Vietnam.

Thumbnail Korea Selatan Pertimbangkan Tambah Kuota Pekerja Vietnam
i

Baca Juga

Korea Selatan Pertimbangkan Tambah Kuota Pekerja Vietnam

Internasional

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.