Trump Ancam Iran dengan Opsi Militer, Waktu Habis untuk Kesepakatan Nuklir

Trump Ancam Iran dengan Opsi Militer, Waktu Habis untuk Kesepakatan Nuklir
Ilustrasi dibuat menggunakan ChatGPT
Ikhtisar
  • Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa waktu hampir habis untuk mencapai kesepakatan tentang program nuklirnya atau menghadapi tindakan militer yang lebih keras.
  • Trump menyampaikan bahwa armada Angkatan Laut AS bersiap di wilayah Teluk untuk kemungkinan aksi, sementara Iran menolak negosiasi di bawah ancaman dan bersiap merespons.
  • Para pejabat Iran menegaskan kesiapan militer dan menyatakan siap untuk mempertahankan negara, tetapi tetap terbuka untuk dialog jika syarat tidak dipaksakan.

INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 28 Januari 2026 mempertegas peringatan kepada Iran bahwa waktu hampir habis untuk mencapai kesepakatan yang mencakup penghapusan potensi senjata nuklir atau menghadapi ancaman serangan militer yang lebih besar.

Dalam pernyataannya yang diposting di media sosial, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengerahkan armada Angkatan Laut yang kuat di wilayah Teluk di dekat Iran. Ia menegaskan bahwa armada ini bergerak “dengan kekuatan besar, antusiasme, dan tujuan” dan mendesak Tehran untuk kembali ke meja negosiasi.

Semoga Iran segera ‘Duduk di Meja Perundingan’ dan menegosiasikan kesepakatan yang adil dan merata — TANPA SENJATA NUKLIR — kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Waktu semakin habis, ini benar-benar sangat penting!

— Donald Trump, Presiden AS, dalam unggahan di Truth Social miliknya, Rabu (28/1/2026).

Thumbnail Netanyahu Ancam Serang Iran hingga Hancur Berkeping-keping
i

Baca Juga

Netanyahu Ancam Serang Iran hingga Hancur Berkeping-keping

Video

Trump juga mengatakan pemerintah AS mempertimbangkan opsi militer yang bisa lebih serius daripada serangan terhadap instalasi nuklir Iran pada Juni 2025, ketika fasilitas nuklir negara itu diserang dalam konflik yang melibatkan Israel dan dukungan AS.

Seperti yang pernah saya katakan kepada Iran sebelumnya, BUAT KESEPAKATAN! Mereka tidak melakukannya, dan terjadilah ‘Operasi Midnight Hammer,’ sebuah penghancuran besar-besaran di Iran. Serangan berikutnya akan jauh lebih buruk! Jangan sampai itu terjadi lagi.

— Trump menambahkan.

Ancaman Trump datang bersamaan dengan penempatan armada Angkatan Laut AS di wilayah Teluk, termasuk kelompok kapal induk yang dipimpin oleh USS Abraham Lincoln.

Trump menggambarkan armada ini sebagai kekuatan yang siap untuk melancarkan serangan sekaligus menegaskan bahwa tujuan utamanya adalah mendorong Iran untuk negosiasi.

(Armada AS) menjalankan misinya dengan cepat dan dengan kekerasan, jika perlu.

— Trump menerangkan.

Thumbnail Trump: Jika Berani Coba Bunuh Saya, Saya Hancurkan Iran
i

Baca Juga

Trump: Jika Berani Coba Bunuh Saya, Saya Hancurkan Iran

Video

Iran Tolak Negosiasi di Bawah Ancaman Militer

Pemerintah Iran langsung menanggapi ancaman tersebut. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa negosiasi tidak akan berlangsung dalam suasana yang penuh ancaman. Araghchi menegaskan bahwa diplomasi melalui tekanan militer tidak efektif dan tidak berguna.

Tidak mungkin ada negosiasi dalam suasana ancaman. Jika mereka menginginkan negosiasi, mereka harus meninggalkan ancaman, tuntutan berlebihan, dan isu-isu yang tidak logis.

— Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, berkata.

Araghchi juga menyatakan bahwa pasukan Iran siap merespons secara kuat terhadap setiap operasi militer AS. 

Selain itu, pejabat tinggi Iran itu juga menyatakan bahwa mereka tetap terbuka terhadap kesepakatan nuklir, namun harus adil, saling menguntungkan, dan tanpa intimidasi. Kesepatakan itu juga mesti menjamin hak Iran terhadap pengembangan teknologi nuklir yang damai.

Thumbnail Trump Tak Jadi Serang Iran karena Israel Kehabisan Rudal Iron Dome
i

Baca Juga

Trump Tak Jadi Serang Iran karena Israel Kehabisan Rudal Iron Dome

Video

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.