- • Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Presiden Israel Isaac Herzog memberikan pengampunan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
- • Netanyahu menghadapi tuduhan penyuapan sejak 2020 terkait hadiah mewah dan dugaan kesepakatan dengan media.
- • Permintaan pengampunan kembali mencuat setelah pertemuan Trump dan Netanyahu di Gedung Putih, Rabu (11/2/2026).
INFORMASI.COM, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump meningkatkan tekanan politik terhadap Presiden Israel Isaac Herzog agar memberikan pengampunan kepada Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang sedang menghadapi proses hukum atas dugaan penyuapan.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan, Kamis (12/2/2026) waktu setempat, sehari setelah menerima kunjungan Netanyahu di Gedung Putih. Pertemuan itu menjadi yang ketujuh sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden tahun lalu.
Trump memuji kepemimpinan Netanyahu selama masa konflik dan sekaligus mengkritik sikap Herzog yang belum memberikan pengampunan. Ia juga meminta masyarakat Israel memberi tekanan politik kepada presiden mereka.
“ Anda memiliki seorang presiden yang menolak untuk memberikan pengampunan kepadanya. Saya pikir orang itu seharusnya malu pada dirinya sendiri. Dia memalukan karena tidak memberikannya (pengampunan untuk Netanyahu). Dia harus memberikannya. ”
—
Pada kesempatan itu, Trump juga memuji PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai orang kuat dan sekutunya. Trump mengatakan dirinya dan Netanyahu telah berhasil menekan Iran dan sejumlah hal yang dicapai.
Trump menganggap Benjamin Netanyahu merupakan perdana menteri Israel terbaik dalam masa perang yang hebat. Trump juga mengklaim bahwa dirinya adalah sahabat terbaik yang pernah dimiliki Israel, yang didukung oleh warga Israel.
Kasus Hukum Netanyahu
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghadapi tuduhan menerima hadiah mewah sebagai bentuk suap serta dugaan mempertimbangkan kesepakatan dengan media untuk memperoleh pemberitaan yang menguntungkan pemerintahannya.
Sidang pertama kasus tersebut dimulai pada 2020. Namun proses persidangan berulang kali tertunda akibat situasi geopolitik di kawasan, termasuk perang Israel di Gaza.
Pemerintah Amerika Serikat sebelumnya juga disebut telah meminta Presiden Israel untuk mempertimbangkan pemberian amnesti atau pengampunan kepada Netanyahu. Jabatan presiden di Israel sebagian besar bersifat seremonial, tetapi memiliki kewenangan untuk memberikan pengampunan.
Permintaan Pengampunan Sejak Tahun Lalu
Permintaan Trump bukan kali pertama disampaikan secara terbuka. Pada Oktober tahun lalu, ia menyampaikan usulan serupa dalam pidato di parlemen Israel, Knesset.
Pada saat itu, Trump menganggap tuduhan suap yang menjerat Netanyahu cuma masalah ringan.
“ Saya punya ide: Bapak Presiden, mengapa Anda tidak memberinya pengampunan? (Suap) cerutu dan sampanye, siapa yang peduli? ”
— Trump mengungkapkannya pada Oktober 2025
Sementara itu, Presiden Israel Isaac Herzog sebelumnya menyatakan bahwa setiap permintaan pengampunan harus melalui prosedur hukum yang berlaku di negaranya. Ia menegaskan bahwa proses tersebut harus mengikuti peninjauan resmi sesuai ketentuan hukum nasional.