- • Tren mudik terbalik atau fǎnxiàng guònián semakin populer pada perayaan Imlek 2026 di China.
- • Penjualan tiket perjalanan untuk mudik terbalik meningkat 84 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
- • Kota besar seperti Beijing, Shanghai, dan Chengdu menjadi tujuan utama perjalanan selama libur Imlek.
INFORMASI.COM, Jakarta - Libur Tahun Baru China atau Imlek selama ini identik dengan tradisi mudik masyarakat China ke kampung halaman. Anak muda yang bekerja di kota besar biasanya pulang untuk berkumpul dengan keluarga, mirip tradisi pulang kampung saat Idul Fitri di Indonesia.
Namun, perayaan Imlek 2026 menunjukkan perubahan pola perjalanan. Fenomena mudik terbalik atau fǎnxiàng guònián menjadi pilihan baru di kalangan generasi muda. Alih-alih pulang ke kampung halaman, mereka justru mengajak orang tua datang ke kota tempat mereka bekerja.
Data dari platform perjalanan daring Meituan Travel menunjukkan penjualan tiket pesawat untuk mudik terbalik pada 2026 meningkat 84 persen dibandingkan 2025. Kota tujuan utama selama libur tahun baru China meliputi Beijing, Shanghai, dan Chengdu.
Peningkatan perjalanan juga terlihat pada kelompok usia lanjut. Data perjalanan udara menunjukkan jumlah penumpang berusia 60 tahun yang bepergian ke kota besar meningkat signifikan, antara lain ke Beijing sebesar 40 persen, Chengdu sebesar 31 persen, Tianjin sebesar 30 persen, dan Guangzhou sebesar 27 persen.
Baca Juga
Gibran Tinjau Persiapan Imlek di Sam Poo Kong Semarang, Tekankan Harmoni dan Pelestarian Tradisi
Nasional
Kota Besar Siapkan Kegiatan Selama Libur Imlek
Sejumlah kota besar di China menyiapkan berbagai kegiatan untuk warga yang tidak mudik maupun keluarga yang melakukan mudik terbalik.
Di Shanghai, pemerintah kota menyelenggarakan lebih dari 2.000 kegiatan budaya dan wisata. Sementara itu, Beijing mengadakan festival lampion, pertunjukan budaya, serta bazar yang tersebar di 26 lokasi.
Topik mudik terbalik juga ramai dibahas di media sosial. Di platform Weibo, topik tersebut mencapai 2,2 juta tampilan pada Senin (9/2). Pengguna Xiaohongshu turut membagikan pengalaman mereka mengajak orang tua berkunjung ke kota tempat bekerja.
Seorang pengguna Xiaohongshu dari Henan yang bekerja di Shenzhen menceritakan pengalamannya mengajak orang tua berkunjung ke kota perantauan sekaligus menghemat biaya perjalanan, akomodasi, dan konsumsi. Pengguna lain menyebut mudik terbalik lebih praktis karena tidak perlu berebut tiket, tidak kelelahan melakukan perjalanan jauh, dan dapat merayakan Imlek dengan lebih santai.
Baca Juga
Mengenal Cap Go Meh, Perayaan Penutup Tahun Baru Imlek
Nasional
Dampak Sosial dan Ekonomi Mudik Terbalik
Menurut siaran media pemerintah China, Wakil Direktur Pusat Penelitian Ekonomi di Central China Normal University, Hu Jiliang, menyatakan tren mudik terbalik dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak yang tinggal di perantauan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di kota.
Mudik tetap menjadi tradisi penting dalam perayaan Imlek di China. Pada periode mudik Imlek 2026, perjalanan penumpang diperkirakan mencapai 9,5 miliar perjalanan selama sekitar 40 hari masa liburan.
Jumlah tersebut mencakup sekitar 540 juta perjalanan menggunakan kereta api dan 95 juta perjalanan melalui jalur udara. Libur resmi Imlek berlangsung selama sembilan hari, sementara periode perjalanan mudik berlangsung lebih panjang karena masyarakat memanfaatkan waktu liburan untuk berkumpul dengan keluarga.