Arab Saudi Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada Rabu 18 Februari usai Mengklaim Melihat Hilal

Arab Saudi Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada Rabu 18 Februari usai Mengklaim Melihat Hilal
Foto: Istimewa
Ikhtisar
  • Arab Saudi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu setelah pemantau mengklaim hilal terlihat pada Selasa.
  • Sejumlah negara Teluk juga menyatakan 1 Ramadan pada 18 Februari, sementara beberapa negara lain menetapkan awal Ramadan pada Kamis.
  • Perbedaan penetapan dipengaruhi metode rukyat dan perhitungan astronomi modern.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pengadilan kerajaan Arab Saudi mengumumkan awal Ramadan 1447 Hijriah dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026. Tanggal itu ditetapkan setelah para pemantau mengklaim melihat hilal di wilayah timur Saudi pada Selasa (17/2/2026) saat matahari terbenam. 

Observatorium astronomi Majmaah University sudah melakukan persiapan pemantauan hilal Ramadan tahun ini sejak pukul siang ke sore hari di Saudi. Pemantauan dilakukan melalui jaringan observatorium yang terhubung secara teknis di seluruh wilayah kerajaan.

Koresponden media Al-Akhbariyah, Sulaiman Al-Jabr, melaporkan bahwa ada 12 titik pemantauan hilal yang digelar lembaga observatorium di seluruh wilayah kerajaan yang datanya dihubungkan langsung ke Mahkamah Agung Saudi.

Pemantauan hilal dilakukan di berbagai lokasi. Dari Observatorium Tumair, koresponden Al-Akhbariyah, Hamad bin Hussein, melaporkan kondisi langit yang mendukung pengamatan.

"Pengamatan dimulai pukul 5.51 untuk melihat hilal Ramadan di observatorium, dan langit cerah serta cocok untuk pengamatan," kata Hamad bin Hussein di lokasi.

Di wilayah lain, kondisi atmosfer berbeda. Koresponden Mohammed Othman melaporkan pengamatan hilal di Ha’il sulit dilakukan karena partikel debu di udara pada pukul 6.06 sore. 

Sementara itu, dari Observatorium Shaqra, Abdulrahman Al-Mousa menyampaikan kondisi cuaca yang stabil, "cuaca cerah dan tenang, yang membantu dalam pengamatan hilal secara akurat.”

Pengamat hilal Abdullah Al-Fayyad dari observatorium yang sama menyatakan: “Gerhana tidak akan mempengaruhi proses pengamatan hilal.”

Setelah laporan rukyat diterima, otoritas Saudi menyatakan hilal telah terlihat dan Ramadan dimulai pada malam itu.

Ada dua menit antara matahari terbenam dan bulan terbenam di mana pengamatan hilal mungkin dilakukan.

— Anggota Dewan Ulama Senior, Sheikh Abdullah Al-Munī‘. 

Sayangnya, tidak ada penjelasan berapa ketinggian dan elongasi hilal saat dilihat oleh pemantau yang mengklaimnya. 

Beberapa negara Teluk seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab juga mengumumkan awal Ramadan pada Rabu.

Sebaliknya, otoritas keagamaan di Yordania, Oman, Suriah, dan Turki menetapkan awal Ramadan pada Kamis.

Perbedaan tersebut berkaitan dengan pendekatan rukyat dan perhitungan astronomi modern yang semakin akurat dalam menentukan visibilitas bulan sabit.

Perdebatan Astronomi soal Visibilitas Hilal

Sejumlah lembaga astronomi menilai hilal belum dapat terlihat pada Selasa. Sharjah Academy for Astronomy, Space Sciences and Technology serta komite rukyat Oman menyatakan bulan baru tidak akan terlihat hingga Rabu malam, sehingga Ramadan seharusnya dimulai pada Kamis.

“Pada Selasa, 17 Februari 2026, bulan sabit secara astronomi tidak mungkin terlihat, baik dengan teleskop berkekuatan tinggi maupun dengan mata telanjang di mana pun di Timur Tengah, bahkan di seluruh Asia, Afrika, atau Eropa,” ucap Imad Ahmed, pendiri dan direktur New Crescent Society, mengatakan kepada Middle East Eye.

Dalam beberapa tahun sebelumnya, otoritas Saudi juga pernah menetapkan awal Ramadan meskipun sebagian astronom menyatakan hilal tidak mungkin terlihat secara ilmiah.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.