- • Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali terpilih sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh, partai satu-satunya di Korut.
- • Keputusan tersebut diambil pada hari keempat kongres partai beraliran komunisme itu, Minggu (22/2/2026).
- • Dalam pidato pembuka kongres, Kim berjanji meningkatkan standar hidup rakyat di tengah tekanan ekonomi.
INFORMASI.COM, Jakarta - Kim Jong Un kembali memperpanjang kekuasaannya. Pemimpin tertinggi Korea Utara itu resmi terpilih kembali sebagai Sekretaris Jenderal Partai Buruh dalam kongres partai yang digelar di Pyongyang, sebagaimana dilaporkan media pemerintah KCNA pada Senin (23/2/2026).
Keputusan bersejarah itu diambil pada hari Minggu, yang merupakan hari keempat pelaksanaan kongres. Kim sebelumnya juga menjabat sebagai Sekjen partai, dan pemilihan kali ini menegaskan kembali dominasinya dalam panggung politik Korut.
"Sesuai dengan keinginan yang tak tergoyahkan dan keinginan bulat dari semua delegasi," demikian pernyataan yang dimuat KCNA.
Kongres Partai Buruh Korea Utara merupakan agenda yang hanya digelar sekali setiap lima tahun. Pertemuan ini menjadi momen langka bagi dunia luar untuk mengintip arah kebijakan dan cara kerja negara yang tertutup tersebut.
Dalam forum inilah segala hal menyangkut arah strategis negara dibahas, mulai dari program pembangunan rumah hingga perencanaan perang. Kongres kali ini menjadi yang kesembilan kalinya diadakan di bawah pemerintahan keluarga Kim yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Janji Peningkatan Ekonomi di Tengah Sanksi
Dalam pidato pembuka kongres pada Kamis (19/2) lalu, Kim Jong Un menyampaikan gambaran tentang tekanan ekonomi yang tengah melanda negaranya akibat sanksi internasional. Ia berjanji untuk meningkatkan standar hidup rakyat.
“ Hari ini, partai kita dihadapkan pada tugas-tugas bersejarah yang berat dan mendesak untuk meningkatkan pembangunan ekonomi dan standar hidup rakyat serta mentransformasi semua bidang kehidupan negara dan sosial secepat mungkin. ”
— Kim Jong Un menerangkan.
Pernyataan ini menjadi pengakuan langka atas kesulitan ekonomi yang dihadapi Korut. Selama beberapa dekade, senjata nuklir dan kekuatan militer menjadi prioritas utama, bahkan ketika persediaan makanan menipis dan kelaparan melanda.
Program Nuklir Tetap Jalan
Sejak berkuasa pada 2011, Kim memang kerap menekankan pentingnya memperkuat ekonomi negara. Namun, dalam kongres tahun ini, ia juga mengungkapkan fase selanjutnya dalam program senjata nuklir Korut.
Hal ini menunjukkan bahwa di tengah janji perbaikan ekonomi, ambisi militer dan pengembangan senjata nuklir tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar. Kongres kali ini kembali menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Kim, Korut akan terus berjalan di dua jalur: pembangunan ekonomi dan penguatan kekuatan nuklir.