Kim Jong Un Siap Buka Hubungan dengan AS tapi Ogah Damai dengan Korea Selatan

Kim Jong Un Siap Buka Hubungan dengan AS tapi Ogah Damai dengan Korea Selatan
Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Korea Utara, Kim Jong Un, dalam pertemuan di Singapura pada 2018.
Ikhtisar
  • Kim Jong Un siap normalisasi hubungan dengan AS asal status nuklir Korut dihormati sesuai Konstitusi DPRK.
  • Kim mengatkan Korut tengah menekankan penguatan senjata nuklir, modernisasi serangan angkatan laut, dan latihan tempur.
  • Sementara itu, Kim Jong Un sebut Korea Selatan sebagai musuh utama, tolak unifikasi total.

INFORMASI.COM, Jakarta - Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, menghadiri parade militer megah untuk memperingati Kongres Kesembilan Partai Pekerja Korea (WPK) pada Kamis, 26 Februari 2026. Kantor berita resmi KCNA melaporkan pidato Kim yang penuh penekanan di ruang sidang kongres, di mana suasana langsung tegang saat ia naik podium.

Dengan suara lantang, Kim Jong Un mulai menyampaikan visi strategis negaranya. Ia mengarahkan pesan pertama kepada Amerika Serikat, menawarkan kemungkinan hubungan baik di tengah ketegangan panjang.

Jika AS menghormati posisi negara (nuklir) kami saat ini, seperti ditetapkan dalam Konstitusi DPRK dan menarik kebijakan permusuhannya terhadap DPRK, tak ada alasan bagi kami untuk tak dapat berhubungan baik dengan AS.

— Kim Jong Un, Pemimpin Korea Utara, dalam Kongres Partai Pekerja Korea, Kamis.

Kim Jong Un mengingatkan bahwa Partai Pekerja Korea telah mengukuhkan status nuklir secara permanen selama lima tahun belakangan. Penguatan ini menjadi sinyal tegas kepada lawan-lawan bahwa Pyongyang takkan lepaskan senjata nuklirnya apa pun kondisi dunia.

Strategi nuklir mendominasi inti pidato selanjutnya. Kim Jong Un menguraikan prioritas militer nasional yang tak bisa ditawar.

Kami memiliki rencana jangka panjang untuk menambah kekuatan nuklir nasional setiap tahun ke depan dan akan berkonsentrasi pada peningkatan jumlah senjata nuklir serta memperluas sarana dan ruang operasi nuklir.

— Kim mengungkapkan.

Rencana itu mencakup modernisasi kemampuan serangan, sistem kendali senjata nuklir, serta peningkatan kesiapan melalui latihan intensif. Angkatan laut mendapat perhatian khusus dengan pembekalan senjata nuklir prioritas.

Kekuatan nuklir negara adalah jaminan dasar dan perangkat keamanan yang kuat untuk memastikan keamanan, kepentingan, dan hak pembangunan negara secara andal.

— Kim menerangkan.

Ia menuding perluasan blok agresif pimpinan AS di Asia-Pasifik sebagai pemicu ancaman baru. Aksi militer AS yang berlebihan telah ciptakan situasi luar biasa bagi keamanan Semenanjung Korea dan sekitarnya.

Pidato berpindah ke pidato penutupan kongres dengan nada lebih tajam terhadap tetangga selatan. Kim Jong Un merespons dingin ajakan damai Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang ingin hidup berdampingan.

Korea Utara tidak akan berurusan dengan Korea Selatan, entitas yang paling bermusuhan. (Korea Utara) akan secara permanen mengecualikan Korea Selatan dari kategori warga negara.

— Kim menegaskan.

Dengan nada sinis, Kim Jong Un beri nasihat geopolitik kepada Seoul.

Selama Korea Selatan tak bisa menghindari kondisi geopolitik, karena berbatasan dengan kami (Korea Utara), satu-satunya cara untuk hidup aman adalah dengan melepaskan semua hal yang berkaitan dengan kami (Unifikasi) dan membiarkan kami sendiri.

— Kim menambahkan.

BAGIKAN
Anda harus login untuk memberikan komentar.