- • Media pemerintah Iran mengonfirmasi Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
- • Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengklaim Khamenei telah terbunuh dalam gelombang serangan sejak Sabtu dini hari.
- • Iran menetapkan masa berkabung nasional 40 hari di tengah eskalasi konflik dan serangan balasan Garda Revolusi.
INFORMASI.COM, Jakarta - Pemerintah Iran pada Minggu mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam wilayah Iran sejak Sabtu dini hari. Media pemerintah menyatakan Khamenei tewas di kantornya dalam rangkaian serangan tersebut.
Pengumuman resmi ini muncul setelah sejumlah pejabat Amerika Serikat dan Israel lebih dahulu menyampaikan klaim bahwa Khamenei telah terbunuh. Pemerintah Iran sekaligus menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari untuk pemimpin yang telah berkuasa sejak 1989 tersebut.
Klaim Awal dan Konfirmasi Resmi
Sebelum konfirmasi resmi keluar, kantor berita Tasnim dan Mehr sempat melaporkan bahwa Khamenei tetap “teguh dan kokoh dalam memimpin medan.” Namun, pernyataan tersebut kemudian berubah setelah media pemerintah memastikan kabar kematiannya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari yang sama menulis di platform Truth Social bahwa Khamenei, yang berusia 86 tahun, tewas dalam serangan bersama AS dan Israel.
Trump menulis, “Ia tidak mampu menghindari Sistem Intelijen dan Pelacakan Kami yang Sangat Canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang dapat ia lakukan, atau para pemimpin lain yang telah tewas bersamanya.”
Ia juga menyatakan, “Ini adalah satu-satunya peluang terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali Negara mereka.” Trump menambahkan, “Semoga IRGC [Korps Garda Revolusi Islam] dan Polisi akan secara damai bergabung dengan para Patriot Iran.”
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga menyebut terdapat “tanda-tanda yang semakin kuat” bahwa Khamenei telah tewas. Kantor berita Reuters, mengutip seorang pejabat senior Israel yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa jasad Khamenei telah ditemukan.
Gelombang Serangan dan Korban Sipil
Serangan yang dimulai pada Sabtu menargetkan 24 provinsi di Iran. Media Iran yang mengutip Bulan Sabit Merah melaporkan sedikitnya 201 orang tewas akibat serangan tersebut.
Israel juga menyerang dua sekolah. Serangan di Sekolah Dasar Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab, Iran selatan, menewaskan sedikitnya 108 orang. Serangan lain di sebuah sekolah di timur Teheran menewaskan dua orang.
Dalam pidatonya, Netanyahu menyatakan banyak “tokoh senior” telah “dilenyapkan” dalam gelombang serangan yang menargetkan para pemimpin senior. Ia mengatakan Israel telah membunuh “komandan di Garda Revolusi dan pejabat senior dalam program nuklir. Dan kami akan melanjutkan.”
Trump dalam unggahan terpisah menyatakan bahwa “pengeboman berat dan tepat sasaran” terhadap Iran akan terus berlanjut “tanpa gangguan sepanjang minggu ini atau, selama diperlukan.”
Serangan Balasan dan Risiko Eskalasi
Serangan balasan Iran pada Sabtu memicu intersepsi pertahanan udara di sejumlah negara yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat, termasuk Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Pada Sabtu malam, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa gelombang ketiga dan keempat serangan “balasan” terhadap posisi AS dan Israel masih berlangsung. Pernyataan tersebut disiarkan oleh kantor berita IRNA.
Kematian Khamenei menambah ketidakpastian dalam konflik yang terus berkembang. Selama ini, otoritas Iran telah menyiapkan skenario apabila Khamenei tewas dalam perang dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun, realisasi peristiwa tersebut membuka babak baru yang berpotensi memperluas dan meningkatkan intensitas pertempuran di kawasan.
Khamenei menjabat sebagai pemimpin tertinggi sejak 1989 setelah menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh yang memimpin Revolusi Iran 1979. Dalam sistem politik Iran, pemimpin tertinggi memegang otoritas tertinggi atas cabang eksekutif, legislatif, yudikatif, serta militer, sekaligus berperan sebagai pemimpin spiritual negara.